Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Suryo Bambang Sulisto meminta Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau “BI rate” untuk mendorong dunia usaha di tengah pelambatan ekonomi sekarang ini.
“Turunkan ‘BI rate’ sampai enam persen. Kenaikan bunga The Fed saat ini momok yang menakutkan bagi BI tidak turunkan BI Rate. Namun jangan pikirkan hanya sudut pandang BI saja, tapi lihat kepentingan semua sektor,” katanya di sela acara rakernas dan Trade & Investment Forum di Jakarta, Senin (25/5).
Suryo mengatakan, pihaknya prihatin dengan kondisi perekonomian Indonesia belakangan ini. Tren pelemahan ekonomi global yang terjadi juga dirasakan dunia usaha. Faktor eksternal tersebut masih harus ditambah tingginya bunga bank.
“Bunga bank di Indonesia cukup tinggi, sedangkan di negara-negara tetangga bunga bank itu hanya separuh dari nilai yang berlaku di dalam negeri. Dari situ saja kita sudah lihat betapa tidak diuntungkannya posisi dunia usaha Indonesia,” katanya.
Bunga bank yang tinggi, menurut dia, membuat dunia usaha kelimpungan menjalankan usaha, apalagi ditambah pelemahan penjualan, produksi, hingga ekspor.
“Saat ini, semuanya melemah, sehingga kita sudah lihat banyak PHK. Maka, pemerintah harus menyusun langkah untuk menetralisasi keadaan ini dan agar situasi ini tidak berkelanjutan,” katanya.
Oleh karena itu, Suryo meminta pemerintah untuk memberikan kebijakan dan strategi khusus serta insentif untuk membantu dunia usaha.
“Kalau ‘BI rate’ bisa diturunkan, ya turunkan. Tidak perlu terlalu memikirkan sudut pandang BI karena kita harus melihat secara holistik kepentingan semua sektor. Memang ada risiko, tapi kadang risiko itu perlu kita ambil kalau ingin menyelamatkan ekonomi secara keseluruhan,” pungkas Suryo.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















