Beranda Nasional BP2MI Dianggap Abai dengan Keselamatan 32 Calon PMI Korban Sindikat

BP2MI Dianggap Abai dengan Keselamatan 32 Calon PMI Korban Sindikat

Gambar NA dan sejumlah calon Pekerja Migran Indonesia yang diduga menjadi korban sindikat penempatan PMI Ilegal (VOICE Indonesia)

Jakarta, aktual.com – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dinilai mengabaikan informasi soal 32 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban sindikat penempatan PMI ilegal. Dilansir dari VOICE Indonesia, Kepala BP2MI Benny Rhamdani tidak merespon dan menanggapi kabar pemberitaan tersebut.

“Saat dimintai keterangan atas pemberitaan VOICE Indonesia berjudul Korban Sindikat,32 CPMI Asal NTB Minta Pertolongan Pemerintah, sampai hari Sabtu (25 Juni) malam, Pkl 21.20 WIB, tidak ada respon atau tanggapan (Kepala BP2MI) atas pemberitaan tersebut,” tulis artikel VOICEIndonesia yang dipublikasikan Sabtu (25/6) malam.

Sebelumnya, seorang Calon PMI asal Lombok Tengah, NA (26 tahun) mengaku menjadi korban sindikat penempatan PMI Ilegal yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Dalam pengakuannya, NA tengah berada di sebuah rumah kontrakan yang memang disiapkan oleh sindikat penempatan ilegal ke sejumlah negara timur tengah, seperti Arab Saudi, Dubai, Abu Dhabi dan Qatar. Laporan tersebut langsung disampaikan NA ke jurnalis VOICE Indonesia.

“Kami berangkat dari Lombok, bersama 12 orang dari hari Senin (13/6) kemarin. Pokoknya saya di sini sudah 12 hari, Pak. Ada yang ke Saudi, Dubai, Abu dhabi dan Qatar. Di sini, ada 32 orang pak,” kata NA melalui sambungan telepon pada Jumat ( 24/6) lalu.

NA kemudian menceritakan lebih jauh soal dirinya yang di tampung di sebuah rumah kontrakan di daerah Cawang, Jakarta timur. Ia menyebut seseorang yang berinisial LT yang membantu proses penampungan mereka.

“Soalnya tempat kita ditampung seperti kos-kosan gitu, Pak. Tempatnya sumpek (sempit red) gitu, pak. Kita dikasih makan 3 kali sehari, Pak. Tapi ya gitu, kita makan seadanya pak,”,” ungkapnya.

Saat ditanya kapan ia akan diterbangkan ke Saudi Arabia, NA menjelaskan bahwa ia belum mengetahui kapan jadwal pasti pemberangkatannya. Namun NA menjelaskan rencananya pada tanggal 30 juni mendatang, akan ada jadwal penerbangan bagi CPMI yang bertujuan ke negara Dubai.

“Belum pasti pak, kalau yang ke Saudi. Tapi yang ke Dubai dan Abu Dhabi, tanggal 30 Juni, mereka terbang,” ujarnya.

(Megel Jekson)