Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencatat lima kecamatan di wilayah itu rawan bencana tanah longsor.
Kepala BPBD Jember Suhanan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kecamatan yang berpotensi terjadinya bencana tanah longsor dan banjir.
“Sedikitnya lima dari 31 kecamatan di Jember merupakan daerah rawan longsor, yakni Kecamatan Arjasa, Silo, Patrang, Bangsalsari, dan Panti,” kata dia, di Jember, Jumat (12/12).
Menurut dia, kecamatan tersebut berada di lereng Pegunungan Hyang Argopuro, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap potensi tanah longsor di kawasan setempat.
“BPBD Jember memiliki sedikitnya tiga alat ekstensometer yang merupakan alat pendeteksi dini terhadap bahaya longsor yang dipasang di Kecamatan Panti, Patrang, dan Silo.”
Alat tersebut berfungsi sebagai alat pendeteksi dan pengukur adanya pergerakan ataupun pergeseran permukaan tanah yang bisa dipantau dari Kantor BPBD.
Bencana longsor sudah menerjang dua kecamatan di Jember, sehingga pihak BPBD Jember menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor sejak pekan ini.

Artikel ini ditulis oleh: