Jakarta, Aktual.co —Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta mencatat sepuluh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI dengan tingkat penyerapan anggaran yang masih tergolong rendah.

“Dari 13 SKPD, ada 10 yang penyerapannya masih rendah atau dibawah 40 persen. Kepada 13 SKPD itu dialokasikan anggaran sebanyak Rp32,8 triliun, tapi yang terserap baru Rp9 triliun atau 27,7 persen,” kata Kepala BPKD DKI Heru Budi Hartono di Jakarta, Selasa (9/12).

Menurut dia, SKPD dengan penyerapan anggaran terendah, yaitu Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dengan rincian dari total anggaran sebesar Rp2,44 triliun, baru terserap Rp196,6 miliar atau 8 persen.

Kedua, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, yakni dari total anggaran Rp6,12 triliun, terserap Rp625,7 miliar atau 10,21 persen. Ketiga, Dinas Perhubungan DKI, yaitu dari total anggaran Rp962,7 miliar, baru terserap Rp149,7 miliar atau 15,55 persen.

Keempat, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI yang baru terserap Rp488,2 miliar atau 17,8 persen dari total anggaran Rp2,74 triliun. Kelima, Dinas Olahraga dan Pemuda DKI yang baru terserap Rp146,5 miliar atau 18,33 persen dari total anggaran Rp799,7 miliar.

Keenam, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI yang baru menyerap Rp241,9 miliar atau 26,87 persen dari total anggaran keseluruhan sebanyak Rp900,5 miliar.

“Selanjutnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana yang penyerapannya dibawah 40 persen, yaitu Rp241,9 miliar atau 27,08 persen dari total anggaran Rp1,54 triliun,” ujar Heru.

Lalu, Dinas Kesehatan, yaitu dari total anggaran Rp1,9 triliun, baru terserap Rp521,4 miliar atau 27,34 persen. Kemudian, Dinas Kebersihan, yakni dari total anggaran Rp2,3 triliun, baru terserap Rp658,7 miliar atau 28,48 persen.

Terakhir, Dinas Kelautan dan Pertanian yang tercatat baru menyerap sebesar Rp161 miliar atau 32,24 persen dari total keseluruhan anggaran mencapai Rp499,4 miliar.

“Selain SKPD dengan penyerapan anggaran terendah, kita juga mencatat ada tiga SKPD dengan penyerapan tertinggi atau di atas 40 persen, yaitu Dinas Pelayanan Pajak, Dinas Perindustrian dan Energi serta Dinas Pendidikan,” ungkap Heru.

Ia menuturkan realisasi penyerapan Dinas Pelayanan Pajak mencapai Rp433,2 miliar atau 49,03 persen dari total anggaran Rp883,5 miliar. Selanjutnya, Dinas Perindustrian dan Energi sudah menyerap Rp399,2 miliar atau 48,34 persen dari total anggaran Rp825,7 miliar.

Kemudian, untuk Dinas Pendidikan, anggaran yang berhasil diserap sejauh ini mencapai Rp4,5 triliun atau 42 persen dari total keseluruhan anggaran sebesar Rp10,8 triliun.

(Andy Abdul Hamid)