Kepala BPS Suhariyanto (kanan) bersama Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti (kiri) memaparkan perkembangan ekspor-impor periode Oktober di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (15/11/2017). Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar. Secara akumulasi Januari-Oktober 2017, juga tercatat surplus US$ 11,78 miliar. Ekspor US$ 138,46 miliar dan impor US$ 126,68 miliar. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum nonmigas atau indeks harga grosir atau agen naik sebesar 0,18 persen pada Juni 2019 terhadap Mei.

“Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada sektor pertanian sebesar 0,85 persen,” kata Kepala BPS Suharyanto di Jakarta, Senin (1/7).

Sektor pertanian merupakan penyumbang andil dominan pada pertumbuhan IHPB, yaitu 0,16 persen.

Kecuk, sapaan akrabnya, memaparkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2019 antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, dan ikan beku.

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2019 naik sebesar 0,02 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas tanah uruk, besi lainnya, bahan bangunan siap pasang dari kayu, pipa dan aksesorisnya, dan alat konstruksi.

IHPB Umum naik 0,65 persen pada Mei 2019 terhadap bulan sebelumnya. Sektor Pertanian merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,38 persen.

IHPB Kelompok Barang Impor dan Kelompok Barang Ekspor pada Mei 2019 masing-masing naik sebesar 0,47 persen dan 0,11 persen terhadap bulan sebelumnya.

(Arbie Marwan)