Jakarta, Aktual.co —  Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja ekspor selama Desember 2014 sebesar 14,62 miliar dolar Amerika Serikat, atau mengalami penaikan 7,38 persen dari nilai ekspor pada bulan sebelumnya sebesar 13,61 miliar dolar AS.

“Ekspor Indonesia pada bulan Desember naik 7,38 persen dari nilai ekspor selama November 2014, sementara jika dibandingkan dengan Desember 2013 mengalami penurunan 13,83 persen,” kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/2).

Suryamin mengatakan bahwa ekspor nonmigas pada bulan Desember 2014 mencapai 12,27 miliar dolar AS, atau mengalami kenaikan 6,59 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat sebesar 11,5 miliar dolar AS. Namun, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu sebesar 9,55 persen.

Menurut Suryamin, peningkatan ekspor Desember 2014 disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 6,59 persen, dari sebelumnya 11,5 miliar dolar AS menjadi 12,26 miliar dolar AS.

Demikian pula, ekspor migas yang mengalami kenaikan 11,70 persen dari 2,1 miliar dolar AS menjadi 2,35 miliar dolar AS.

“Peningkatan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada perhiasan atau permata sebesar 168,6 juta dolar AS atau mencapai 55 persen, sementara penuruanan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 51,6 juta dolar AS atau 2,94 persen,” kata Suryamin.

Sementara itu, untuk ekspor nonmigas ke Amerika Serikat pada bulan Desember 2014 mencapai 1,47 miliar dolar AS, disusul ke Tiongkok sebesar 1,33 miliar dolar AS, dan Jepang 1,26 miliar dolar AS. Kontribusi dari ketiga negara tersebut mencapai 33,12 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari – Desember 2014 mencapai 176,29 miliar dolar AS, atau menurun sebesar 3,43 persen jika dibanding periode yang sama pada tahun 2013, dan ekspor nonmigas tercatat 145,96 miliar dolar AS atau turun 2,64 persen.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas dari hasil pengolahan periode Januari–Desember 2014 mangalami penaikan sebesar 3,80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013. Ekspor hasil pertanian naik 1,01 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun 26,67 persen.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2014 mengalami defisit sebesar 1,88 miliar dolar AS. Nilai ekspor tercatat mencapai 176,29 miliar dolar AS, sementara impor sebesar 178,89 miliar dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka