Jakarta, Aktual.co — Infrastruktur menjadi salah satu indikator kemajuan perekonomian suatu wilayah Infrastruktur seperti pendidikan, kesehatan, pasar dan bangunan, listrik, serta jalan yang baik menandakan perekonomian yang juga baik.
Berdasarkan hasil Potensi Desa (Podes) 2014 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), dari 6.957 kecamatan di Indonesia terdapat 117 kecamatan yang belum memiliki Puskesmas. Kecamatan tersebut tersebar di sembilan provinsi, yakni Aceh, Simatera Selatan, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
“Tersedianya pelayanan kesehatan dasar merupakan hak masyarakat yang menjadi pelayanan publik pemerintah. Apalagi tahun ini akan ada dana desa, semoga bisa tersebar dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Kepala BPS, Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (16/2).
Lebih lanjut dikatakan dia, selain Puskesmas, adanya pasar di suatu wilayah juga menjadi indikator kemajuan ekonomi. Podes 2014 mencatat sebanyak 15.340 (18,66 persen) desa/kelurahan di 5.579 kecamatan telah memiliki pasar dengan bangunan permanen dan semi permanen.
“Namun masih terdapat 1.495 (21,13 persen) kecamatan di Indonesia yang tidak memiliki pasar dengan bangunan,” jelasnya.
Selain itu, untuk infrastruktur listrik, Podes 2014 mencatat 69.531 (84.60 persen) desa/kelurahan bisa menggunakan PLN. Namun, di Indonesia hanya terdapat empat provinsi yang setiap keluarga telah menggunakan PLN, seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, dan Bali.
“Sedangkan sisanya itu ada yang menggunakan listrik non-PLN, atau bahkan ada yang tidak mendapat aliran listrik.”
Sementara untuk jalan, hasil Podes 2014 menunjukkan masih ada 12.636 (15,73 persen) desa/kelurahan di Indonesia yang lalu-lintasnya bergantung pada kondisi jalan dan musim.
“Baru ada 67.701 (84,27 persen) desa/kelurahan yang jalannya sudah bisa dilalui kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















