Jakarta, Aktual.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,25 persen per September 2025 dalam rilis resmi statistik, Kamis (5/2/2026). Penurunan ini setara dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin menjadi 23,36 juta orang, atau turun sekitar 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
“Secara persentase, tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2025 mencapai 8,25 persen atau turun 0,22 persen poin dibandingkan Maret 2025,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS RI.
Menurutnya, perbaikan kondisi kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan dengan laju penurunan yang relatif merata. Tingkat kemiskinan di perkotaan tercatat turun menjadi 6,6 persen, sementara di perdesaan menurun menjadi 10,72 persen, mencerminkan membaiknya akses ekonomi di berbagai wilayah.
Namun, ia menyoroti indikator pasar kerja yang masih perlu dicermati meski arahnya membaik pada akhir 2025. Kepala lembaga statistik itu menyebut jumlah pengangguran pada November 2025 mencapai 7,35 juta orang, setara dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,74 persen.
Penurunan pengangguran, kata Amalia, tidak hanya terjadi secara agregat, tetapi juga merata pada kelompok laki-laki dan perempuan, serta di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Kondisi tersebut menandakan meningkatnya penyerapan tenaga kerja seiring dengan pulihnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Selain pasar kerja, BPS mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga, peningkatan produksi pertanian, serta penyaluran bantuan sosial yang lebih optimal turut memperkuat daya tahan kelompok rentan. “Kombinasi pertumbuhan ekonomi, perbaikan ketenagakerjaan, dan dukungan perlindungan sosial menjadi faktor penting yang menjaga tren penurunan kemiskinan tetap berlanjut,” tegas Amalia.
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















