Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers rlRilis BPS di Jakarta, Senin (2/9/2024) (ANTARA/HO-BPS)

Jakarta, Aktual.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,11 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 6,44 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, menandakan penguatan produksi jagung nasional.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, secara volume produksi jagung nasional pada 2025 bertambah hampir satu juta ton dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini tercermin dari data produksi kumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025.

“Jika dibandingkan periode Januari hingga Desember 2024, produksi jagung 2025 meningkat sekitar 0,97 juta ton,” ujar Pudji dalam pemaparan resmi di Jakarta, Senin (5/1/2026).

BPS juga mencatat perbaikan kinerja produksi pada akhir tahun. Pada November 2025, produksi jagung nasional tercatat sekitar 1,03 juta ton, lebih tinggi dibandingkan November 2024 yang berada di kisaran 0,98 juta ton. Kondisi tersebut menunjukkan tren produksi yang relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Memasuki akhir 2025 hingga awal 2026, BPS memperkirakan produksi jagung nasional masih berada pada level yang cukup terjaga. Potensi produksi pada periode Desember 2025 hingga Februari 2026 diproyeksikan mencapai 4,22 juta ton, atau meningkat sekitar 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi luas panen, hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) menunjukkan adanya peningkatan pada November 2025. Luas panen jagung pipilan tercatat mencapai 0,16 juta hektare, lebih besar dibandingkan November 2024 yang seluas 0,14 juta hektare.

Sementara itu, potensi luas panen jagung pipilan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan penurunan sekitar 0,15 persen.

Secara kumulatif, BPS memperkirakan potensi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 2,72 juta hektare. Angka ini meningkat sekitar 6,73 persen atau bertambah 0,17 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Pudji menambahkan, estimasi luas panen tersebut telah mencakup tanaman jagung yang dipanen tidak untuk dipipil, seperti jagung muda dan jagung untuk hijauan pakan ternak. Ia menegaskan angka potensi masih dapat mengalami perubahan karena dipengaruhi berbagai faktor.

“Realisasi di lapangan sangat bergantung pada kondisi cuaca, serangan hama, banjir, kekeringan, serta waktu panen yang dilakukan petani,” ujarnya.

(Rachma Putri)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi