Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada tahun 2014 indeks kebahagiaan masyarakat meningkat dibanding tahun sebelumnya. BPS mencatat masyarakat yang belum menikah memiliki indeks kebahagiaan paling tinggi.
“Indeks kebahagiaan untuk masyarakat yang belum menikah mencapai 68,77. Sementara tahun sebelumnya 64,99,” ujar Kepala BPS Suryamin di kantornya, Kamis (5/2).
Menurutnya, masyarakat yang belum menikah memiliki indeks kebahagiaan yang tinggi karena mereka hanya memikirkan kebutuhan diri sendiri, dan cencerung tidak memikirkan hal lain.
“Indeks kebahagiaan yang belum menikah ini paling tinggi kebahagiaannya tahun ini, karena tidak memikirkan hal lain,” jelasnya.
Untuk golongan yang telah menikah indeks kebahagiaannya sebesar 68,74. Golongan cerai hidup 65,04 dan golongan cerai mati 65,80. Sedangkan indeks kebahagiaan di perkotaan relatif lebih tinggi di banding di pedesaan. Indeks kebahagiaan di perkotaan sebesar 69,62 dan indeks kebagiaan di pedesaan sebesar 66,95.
Sebagai informasi, Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2014 sebesar 68,28 pada skala 0–100. Indeks kebahagiaan merupakan rata-rata dari angka indeks yang dimiliki oleh setiap individu di Indonesia pada tahun 2014. Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan tingkat kehidupan yang semakin bahagia, demikian pula sebaliknya, semakin rendah nilai indeks maka penduduk semakin tidak bahagia.
Indeks kebahagiaan merupakan indeks komposit yang disusun oleh tingkat kepuasan terhadap 10 aspek kehidupan yang esensial. Kesepuluh aspek tersebut secara substansi dan bersama-sama merefleksikan tingkat kebahagiaan yang meliputi kepuasan terhadap: 1) kesehatan, 2) pendidikan, 3) pekerjaan, 4) pendapatan rumah tangga, 5) keharmonisan keluarga, 6) ketersediaan waktu luang, 7) hubungan sosial, 8) kondisi rumah dan aset, 9) keadaan lingkungan, dan 10) kondisi keamanan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka











