Jakarta, Aktual.co — Nilai impor Provinsi Lampung pada Januari 2015 mencapai 185,5 juta dolar Amerika Serikat, turun 13,46 persen dibandingkan Desember 2014. “Nilai tersebut juga lebih rendah 54,66 persen jika dibandingkan dengan impor periode yang sama tahun lalu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, Adhi Wiriana, di Bandarlampung, Jumat (20/2).

Ia menyebutkan, penurunan impor paling utama pada Januari 2015 terjadi pada minyak dan gas yang mencapai 43,10 juta dolar atau 37,22 persen. Penurunan juga terjadi pada binatang hidup turun sebesar 5,1 juta dolar (24,50 persen). Sedangkan kenaikan impor terjadi pada golongan utama lainnya dengan rincian gula dan kembang gula yang naik 20,8 juta (159,73 persen); ampas/sisa industri makanan naik 0,3 juta dolar (2,87 persen). Selanjutnya, pupuk naik 5,5 juta dolar (100,87 persen); biji-bijian berminyak juga naik 4,1 juita dolar (96,86 persen).

Adhi menjelaskan, andil impor migas terhadap total impor Provinsi Lampung di Januari 2015, yakni mencapai 39,19 persen. Kemudian diikuti lima golongan barang utama sebesar 43,04 persen. Rinciannya gula dan kembang gula 18,19 persen; binatang hidup 8,51 persen; ampas/sisa industri makanan 5,93 persen; pupuk 5,89 persen; dan bijian berminyak 4,53 persen.

Menurutnya, negara pemasok barang impor terbesar selama Januari 2015 ke Provinsi Lampung berasal dari Brazil dengan nilai 29,3 juta dolar; Qatar 22,4 juta dolar; Australia 15,9 juta dolar; Amerika Serikat 11,4 juta dolar, dan Tiongkok 11,7 juta dolar. Sedangkan impor dari Asean masih dari Singapura yakni sebesar 17,4 juta dolar.

Adhi menambahkan, berdasarkan kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama lainnya yang mencapai 112,1 juta dolar. Kemudain diikuti Asean 47,8 juta dolar dan Uni Eropa 8,2 juta dolar.

Artikel ini ditulis oleh: