Jakarta, Aktual.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2017 memang mencatatkan surplus mencapai US$1,23 miliar. Namun sayangnya, disebut BPS, kendati surplus masih lebih rendah dari surplus Februari 2017 lalu.

“Pada Februari lalu, surplus perdagangan kita mencapai US$1,32 miliar, tapi di Maret turun jadi US$1,23 miliar,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (17/4).

Menurutnya, surplus pada perdagangan Maret ini, karena terjadi surplus sektor non migas sebesar US$2,02 miliar. Sementara neraca persagangan sektor migas mengalami defisit sebesar US$0,78 miliar.

Kecuk, panggilan akrabnya, menambahkan, dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus 33,92 juta ton pada Maret lalu.

“Hal itu didorong oleh surplusnya neraca sektor non migas sebanyak 34,61 juta ton. Namun neraca volume perdagangan sektor migas masih defisit sebanyak 0,69 juta ton,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan jumlah surplus itu sangat disayangkan, padahal mestinya tetap harus tinggi. “Karena kita harap surplus bisa meningkat agar bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi,” pungkas dia.

(Busthomi)

(Arbie Marwan)