Jakarta, Aktual.com — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin mengaku pesimis target pencapaian Wisatawan Mancanegara (Wisman) sebesar 10,5 juta akan tercapai.

“Kalau 10,5 tidak, tapi kalau terjadi lonjakan bisa mendekati,” kata Suryamin di Kantor BPS, Senin (2/11).

Diketahui bahwa kedatangan Wisman ke Indonesia hingga bulan September 2015 hanya mencapai angka 7,9 juta.

Ia mengatakan pada akhir tahun tidak ada dorongan yang mampu meningkatkan kedatangan Wisman. Sedangkan tahun baru daya dorongnya tidak sekuat lebaran.

“Hingga akhir tahun tidak ada yang mampu mendorong angka itu, tahun baru tidak sekuat dorongan lebaran,” katanya.

Namun demikian ia mengatakan tergantung upaya pemerintah, setidaknya kebijakan pemerintah dengan membebaskan visa cukup mempengaruhi laju kenaikan angka wisman.

Seperti yang diumumkan oleh BPS bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2015 mencapai 869,2 ribu kunjungan atau naik 9,84 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman September 2014 yang tercatat sebanyak 791,3 ribu kunjungan.

Begitu pula, jika dibandingkan dengan Agustus 2015, jumlah kunjungan wisman September 2015 naik sebesar 2,19 persen.

Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada September 2015 naik 7,78 persen dibandingkan September 2014, yaitu dari 352,0 ribu kunjungan menjadi 379,4 ribu kunjungan.

Demikian pula jika dibanding Agustus 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali naik cukup besar, yaitu 27,04 persen.

Secara kumulatif (Januari–September) 2015, jumlah kunjungan wisman mencapai 7,19 juta kunjungan atau naik 3,53 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,95 juta kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada September 2015 mencapai rata-rata 56,26 persen atau naik 2,05 poin dibandingkan dengan TPK September 2014 yang tercatat sebesar 54,21 persen. Begitu pula jika dibanding TPK Agustus 2015, TPK hotel berbintang pada September 2015 naik 0,65 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama September 2015 tercatat sebesar 1,96 hari, terjadi penurunan sebesar 0,06 poin, jika dibandingkan keadaan September 2014.

(Arbie Marwan)