Jakarta, Aktual.co — Salah satu dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi sektor pertanian adalah dengan layanan Branchless Banking (bank tanpa kantor). Dengan layanan tersebut, OJK berharap dapat mempermudah akses keuangan bagi para petani dan nelayan, termasuk yang di wilayah pelosok pedesaan.

“Supaya masyarakat di pelosok yang tadinya meminjam uang ke seseorang atau rentenir, sekarang pada perbankan,” ujar Ketua OJK, Muliaman D Hadad di Jakarta Convention Cemter (JCC), Jumat (13/2).

Dengan “Branchless Banking”, OJK membina agen-agen keuangan yang dapat dengan mudah diakses masyarakat, khususnya bagi petani dan nelayan. “Agennya bisa toko, koperasi, atau individual, saya yakin ini bisa melawan rentenir.”

Lebih lanjut dikatakan dia, layanan Branchless Banking tersebut akan mengutamakan model bisnis dan pembiayaan di sektor pertanian. OJK juga bekerjasama dengan kementerian atau lembaga terkait untuk mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan Indonesia.

“Maret ini akan kita launching model-model pembiayaannya, ada buku pintar petani, nelayan, peternak, dan sebagainya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, layanan “Branchless Banking” OJK tersebut melayani basic saving account (BSA), pembiayaan dan asuransi mikro. Terkait pembiayaan mikro, calon debitur minimal sudah menjadi nasabah sedikitnya enam bulan. Di bawah itu, calon debitur bisa mendapatkan kredit setelah mendapatkan pertimbangan dari bank.

Artikel ini ditulis oleh: