Anggota Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto. Ist

Jakarta, Aktual.com – Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membuka akses pasar yang luas untuk penggiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia mendapatkan apresiasi. Selain pembukaan akses pasar, Jokowi juga giat melakukan pendampingan dan pelatihan.

Anggota Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan, langkah Presiden Jokowi menjadi bukti perhatian besar pemerintah yang terus mendorong UMKM Indonesia naik kelas.

“Saya rasa ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah (Jokowi) pada UMKM untuk menjadi naik kelas. Apalagi Kita lihat sekarang ada pendampingan dan pelatihan untuk UMKM. Penjualan dan akses pasarnya juga diperhatikans,” ujar Adi dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada, Selasa (27/12).

Politisi PDIP ini menjelaskan, pembukaan akses pasar UMKM melalui transformasi digital yang dilakukan Jokowi membuat akses pasar untuk produk lokal Indonesia menjadi makin luas. Apalagi di tengah perkembagan modernisasi pemasaran yang tidak bisa hanya lewat mulut saja.

“Sistem digitalisasi yang didorong oleh Pak Jokowi itu ternyata sangat penting untuk pelaku usaha. Dengan sistem Digitalisasi maka akan membuat jangkauan lebih luas untuk pemasarannya. Sehingga produk-produk atau jasa yang dihasilkan UMKM itu lebih bisa tersebar luas dan tepat,” terangnya.

Lanjut Adisatrya Suryo Sulisto, langkah Jokowi yang juga menyediakan bantuan modal lewat bank-bank BUMN untuk pelaku UMKM sangat menunjukan keseriusan mantan Wali Kota Solo ini dalam pengembangan usaha kecil masyarakat. Karenanya, Adi mengaku sebagai Komisi VI DPR mendukung secara penuh upaya Jokowi tersebut untuk UMKM Indonesia.

“Langkah Jokowi ini sangat baik dan tepat. Saya juga sebagai anggota komisi VI sangat mendukung dan mendorong itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku bangga dengan adanya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan sistem klasterisasi. Salah satunya bisa memperkuat ekosistem perdagangan.

Dalam hal ini termasuk dari proses hulu hingga hilir dengan melibatkan UMKM. Sebagai contoh, adanya KUR klaster holtikultura yang diberikan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittihaq.

“Kredit usaha rakyat (KUR) total sudah 39,4 juta UKM yang memanfaatakan ini. dan saaya senang sekaranga da model KUR klaster, ini bener memang harus diklasterkan, harus diklasterkan, saya senang tadi ada pondok pesantren yang sampai dapat sekian miliar untuk urusan holtikultura,” ungkapnya Jokowi kemarin di Istana Negara.

Melalui sistem ini, Jokowi bangga melihat hasil produksi seperti sayur bisa masuk ke jaringan penjualan yang luas. Artinya, ada pihak yang menjadi penyerap hasil partanian, serta ada jaminan pembeli di sisi konsumen.
Selain sektor ini, Jokowi juga menyinggung soal pengembangan ekosistem kopi di Toraja. Di sektor ini, Jokowi menyebut ada dana sekitar Rp 50 miliar untuk pengembangan ekosistem usaha.

(Tino Oktaviano)