Jakarta, Aktual.com – Bupati Jember Hendy Siswanto mempromosikan potensi pertanian Kabupaten Jember di hadapan jajqran petinggi Kemendes PDTT dan PT. Great Giant Pineapple, perusahaan nanas kaleng terbesar ketiga di dunia.

Di hadapan forum, Bupati Hendy menyampaikan bahwa Pemkab Jember fokus pada pengembangan sektor pertanian sebagai langkah pembangunan daerah. Menurutnya, pertanian terus akan dibutuhkan sebagai bahan pangan.

“Kabupaten Jember mempunyai segalanya, perkebunan, sawah, sungai, laut, pegunungan, pokoknya lengkap, satu yang tidak kami punyai yaitu tanah kering, jadi semua tanah kami subur,” ujar Bupati Hendy Siswanto, Senin (23/5).

Beberapa potensi buah-buahan yang dimiliki Jember, lanjut Hendy, seperti kelengkeng Jemsu, nanas, pisang cavendish, buah naga, hingga kopi robusta terbaik. Sementara untuk beras Jember mengalami surplus produksi beras hingga 200 ribu ton pada 2021.
Beberapa keunggulan Jember di bidang pertanian, diakuinya belum diikuti dengan pengembangan produk turunan sehingga petani masih menjual hasil mentahannya.

“Namun semua itu, belum ada pengembangan produk turunan untuk program keberlanjutannya (sustainable program) menjadi produk turunan guna memberikan nilai tambah. Petani masih menjual tanah, bukan beras. Petani madih menjual buahnya langsung, belum diolah menjadi produk turunannya,” terang Hendy Siswanto.

Oleh sebab itu, Hendy berharap dari Kemendesa dan juga PT. GGP bersedia untuk investasi di Jember sehingga potensi pertanian tersebut dapat diolah lagi menjadi produk turunannya.
Di samping itu, Hendy menyampaikan kesungguhan Pemkab Jember dalam memajukan sektor pertanian sebagai poros utama pembangunan yaitu memasukkan program industrial farming ke dalam RPJMD dan telah dianggarkan dalam APBD.

(Kominfo)

(Aminuddin Aziz)