Nagekeo, Aktual.com Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do membuka secara resmi pelatihan wasit sepak bola lisensi C3 Nasional Tingkat Kabupaten Nagekeo Tahun 2021 di Aula Hotel Sinar Kasih pada Minggu (23/5) lalu.

Dalam sambutanya, Johanes mengatakan, terdapat dua agenda saat ini yang disajikan terkait even olahraga di Kabupaten Nagekeo antara lain, pencak silat dan sepak bola. Untuk pencak silat, ia mengungkapkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Nagekeo sudah berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan.

“IPSI masuk Nagekeo tahun 2014 dan sudah ada prestasi yang membanggakan bahkan ada atlet yang sudah belajar dari kelas 3 SD,” ujarnya.

Namun, hal ini belum dapat dirasakan oleh para atlet Sepak Bola. Sebab hingga kini olahraga tersebut belum pernah berprestasi. Oleh sebab itu, Johanes menyampaikan akan membangun fondasi sepak bola agar dalam beberapa tahun ke depan dapat beprestasi.

Ia pun meminta Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga untuk memperhatikan dunia sepak bola di Kabupaten Nagekeo, baik berupa fasilitas maupun dukungan anggaran.

“Kita harus mulai membangun dari awal dan fondasi dalam segala bidang dan untuk sepak bola kita mulai dari fasilitas level desa.  Hampir semua desa induk sebelum pemekaran punya lapangan bola,” tuturnya.

“Saya minta kadis Pemuda dan Olahraga perhatikan itu. nomor satu perhatikan fasilitas. Bisa kerjasama dengan PMD P3A yang mengurus desa, supaya alokasi dana desa bisa dialokasi untuk membenahi lapangan sepak bola yang ada pada hampir semua desa – desa induk sebelum pemekaran,” lanjutnya.

Selain itu, Johanes juga turut menyoroti distribusi wasit yang masih belum merata. Sebab sejauh ini jumlah wasit terbanyak di Kecamatan Aesesa. Sementara lainnya masih sedikit, sehingga diharapkan kedepan akan semakin bertambah. Ia menambahkan hal ini perlu mendapat perhatian dari dinas Pemuda dan Olahraga sebagai fasilitator kita.

“Fungsi kita memastikan semua organisasi betul – betul mengelola sepakbola dengan baik,” katanya.

“Kedepan mohon bimbingannya dalam pelatihan ini dan kepada  peserta 21 orang mudah mudahan dari mereka ada yang bisa ke C-2 dan bisa ke C-1. Dinas Pemuda dan Olahraga  perhatikan cabang cabang olah raga yang bisa memberi nama buat kita,” tambah Johanes.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupten Nagekeo sekaligus Ketua Pelaksana, Kristoforus Aja dalam laporan panitianya yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas, Stefanus Tipa mengatakan bahwa, pelatihan wasit sepak bola lisensi C3 nasional dilakukan untuk meningkatkan kualitas para wasit di daerah sebagai lisensi tingkat dasar yang digunakan untuk memimpin pertandingan ditingkat daerah kabupaten/kota.

Setelah memiliki lisensi C3, lanjut Kristo, wasit harus mengambil kursus C2  tingkat provinsi yang hanya boleh diselenggarakan oleh PSSI tingkat provinsi.

Disebutkan juga, wasit yang lulus dan memegang lisensi C2 berhak memimpin pertandingan sepak bola di tingkat provinsi, seperti Porprov, Popda, porda, atau turnamen resmi di tingkat provinsi. Dari lisensi C2 wasit yg ingin melanjutkan jenjang karier di tingkat nasional wajib mengambil lisensi C1 yang hanya diselenggarakan oleh PSSI pusat.

“Kabupaten Nagekeo belum banyak miliki wasit yg berlisensi C3. Sampai dengan keadaan terakhir tahun 2021 tercatat wasit yang mengantongi lisensi C2 sebanyak 4 orang, lisensi C3 sebanyak 5 orang. Karena itu, penting untuk dilakukan pelatihan wasit karena lisensi C3 merupakan lisensi dasar sebelum melangkah ke lisensi C-2 dan C-1,” harapnya.

Hadir pada kesempatan itu Kadis Pemuda dan Olahraga Kristoforus Aja bersama jajaran,  Plt Ketua ASKAB Nagekeo Kanisius Laking, Sekretaris KONI Nagekeo, Gaspar Taka, Instruktur Teknik Nasional  H. Heru Sugiri, Instruktur Kebugaran Prasetyo Hadi W, Asisten Instruktur ASKAB PSSI Kabupaten Nagekeo Petrus Claver Mbulu serta Sekretaris ASPROV PSSI NTT Lambertus Ara Tukan yang juga selaku narasumber utama kegiatan pelatihan wasit tersebut.

(Muhammad Yasin)

(Nusantara Network)