Tana Tidung, Aktual.com – Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kabupaten Tana Tidung 2023 akan memfokuskan pembangunan infrastruktur, Bahkan, alokasinya mencapai 70 persen dari anggaran yang ada.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menegaskan, bahwa meskipun demikian pelaksanaannya tetap tergantung dari kemampuan keuangan daerah.

“Dan saya menyampaikan kepada mereka, silakan saja semua usulan Musrenbang dari desa, kemudian naik ke kecamatan dan dibahas di tingkat kabupaten ditampung saja semua dulu.
Ia pun juga mempersilahkan diakomodir, tentu secara proposional dengan melihat situasi dan kondisi anggaran kita, kalau mampu ya semua diakomodir,” terangnya, Kamis (24/3).

Ia menyebutkan tidak menutupi bahwa saat ini APBD cenderung turun setiap tahunya. Dari 2021 ke 2022 terjadi penurunan hingga Rp150 miliar lebih.

Sehingga, anggaran yang seharusnya dapat menyelesaikan pembangunan infrastruktur hilang karena kebijakan pemerintah pusat, “Di tahun ini saja kita kehilangan Rp150 miliar ya. Masalah refocusing masih menghantui, meskipun kebijakan tersebut bukan otoritas pemerintah daerah karena berasal dari pusat,” katanya.

Namun, pada 2022 ini pihaknya belum bisa memastikan, apakah akan ada refocusing kembali atau tidak. “Kalau sampai ada refocusing tentu kami akan bongkar pasang lagi. Mudah-mudahan tidak ada lagi refocusing,” ungkap Ibrahim.

Pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi momok masyarakat, karena dapat menghambat usahanya tetapi juga pemerintah daerah yang harus melakukan refocusing anggaran daerah untuk penanganan, Sedangkan di sisi lain APBD telah disusun sehingga harus kerja keras dalam menyelesaikan amanat ini.

“Kami berharap 2022 ini tidak ada pandemi Covid-19 supaya tidak menjadi momok yang menakutkan lagi, karena dengan adanya refocusing, harus bongkar APBD. Makanya dalam Musrenbang ini kami harapkan tidak ada lagi refocusing. Tetapi dalam Musrenbang kita fokuskan dulu visi misi saya, termasuk peningkatan infrastruktur,” ucapnya.

Sebagai kepala daerah, Ibrahim Ali mengaku sudah memiliki grand design pembangunan yang ada di Bumi Upuntaka. Salah satunya pusat pemerintahan yang berada di bundaran HU dengan luasan 405 hektare.

“Makanya saya selalu katakan, bahwa sudah punya grand design, pertama pembangunan pusat pemerintahan dulu, kemudian membenahi tata kota kita. Karena KTT ini akan saya permak menjadi lebih baik. Makanya saya bilang, untuk anggaran ini diwajibkan 70 persen untuk infrastruktur di samping belanja pegawai,” ungkapnya.

(Suryan)

(A. Hilmi)