Jakarta, Aktual.co — Pidato kritikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap lembaga keuangan dunia yang telah banyak merugikan perekonomian negara-negara Asia – Afrika disambut baik oleh buruh.
Menurut buruh akibat intervensi ketiga lembaga keuangan itu, terjadi ketimpangan yang sangat kontras dengan negara-negara yang menjadi kreditor di IMF, ADB dan World Bank.
Demikian disampaikan Arif Poyuono Ketua Umum Forum Serikat Pekerja BUMN Bersatu, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (26/4).
“IMF ,ADB dan Bank Dunia berperan sangat aktif untuk meliberalisasi Sistim Keuangan Indonesia dengan sangat liberal sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat bergantung pada nilai kurs rupiah terhadap Mata uang USD dan menyebabkan ekonomi nasional sangat fragile terhadap terjadinya capital flight,” ucapnya.
Ketiga lembaga itu dianggap turut memengaruhi dan ikut mengatur setiap kebijakan ekonomi Indonesia. Seperti desakan untuk melakukan penjualan aset-aset negara melalui privatisasi BUMN, kontrak karya migas dan tambang yang lebih banyak merugikan Indonesia.
Terkait sistem kesejahteraan masyarakat, ketiga lembaga keuangan international ini juga dianggap mengusulkan dan mendesak pemerintah Indonesia maupun negara-negara Asia Afrika yang mendapatkan pinjaman untuk mencabut subsidi BBM dan melepaskan harga BBM mengikuti harga pasar.
Sementara terkait kesejahteraan buruh, ketiga lembaga keuangan internasional ini juga dinilai ikut memengaruhi dan menekan pemerintah untuk tetap menerapkan sistem upah buruh murah dan sistem kerja outsourcing dengan alasan untuk meningkatkan investasi luar negeri serta produk yang bisa bersaing di pasaran dunia.
Oleh karena itu, Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu pada saat May Day atau Hari Buruh nanti atau pada 1 Mei 2015, mengajak dan mengimbau kepada buruh untuk melakukan aksi besar-besaran dengan melakukan pendudukan di kantor-kantor perwakilan ketiga lembaga keuangan internasional di Jakarta dan mengusir perwakilan mereka di Indonesia.
“Buruh mendesak Jokowi untuk membatalkan semua rencana pinjaman lunak maupun pinjaman dalam bentuk proyek dari IMF, ADB dan Bank Dunia sesuai pidatonya pada konfrensi Asia Afrika yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan Bank Dunia, IMF dan ADB adalah pandangan yang usang yang perlu dibuang,” paparnya.
Oleh karena itu, sambung Arief, pernyataan Jokowi yang mengkritik IMF, Bank Dunia, dan ADB, harus direalisasikan dengan cara pemutusan hubungan.
Artikel ini ditulis oleh:

















