Jamaah Haji

Jakarta, aktual.com – Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Nurhati Febriani, Sp.GK, FINEM, AIFO-K mengingatkan agar calon haji mengonsumsi air putih secara rutin setiap 2-3 jam guna menghindari dehidrasi.

“Untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada calon haji maka minumlah air putih secara rutin tiap 2-3 jam dan jangan minum hanya saat haus,” katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (7/6).

Dokter Nurhati juga menambahkan selain air putih, pemenuhan asupan cairan juga bisa didapatkan dari jus, susu atau minuman yang mengandung elektrolit.

“Idealnya memang air putih, tapi bisa juga dengan minuman lain atau minuman yang mengandung elektrolit untuk mengganti cairan yang hilang. Tapi tetap disarankan untuk membatasi konsumsi minuman yang mengandung glukosa yang tinggi,” katanya.

Dia menambahkan makanan berkuah seperti sup juga bisa menjadi pilihan, terlebih lagi sup mengandung mikronutrien seperti vitamin, mineral dan elektrolit.

Dia juga kembali mengingatkan calon haji untuk menjaga kondisi kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang guna mendukung kelancaran beribadah.

“Lakukan persiapan sebelum berangkat haji dengan asupan bergizi seimbang sebagai bagian dari persiapan sehat fisik dan mental,” katanya.

Dokter Nurhati mengingatkan agar sebelum keberangkatan, calon haji perlu rutin melakukan olah raga ringan seperti jalan pagi atau sore sekitar 30 menit per hari.

“Saat berhaji upayakan konsumsi makanan sehat gizi seimbang, serta cukup air putih setiap hari,” katanya.

Dokter yang praktik di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara itu juga mengimbau calon haji untuk menyiapkan air dalam botol yang dilengkapi semprotan.

“Tujuannya untuk menyemprotkan ke wajah, bagian tubuh, atau pakaian bila dirasa kondisi cuaca panas menyengat,” katanya.

Selain itu, kata dia, calon haji juga perlu menggunakan pakaian yang nyaman, menyerap keringat dan tidak terlalu ketat sehingga memudahkan gerakan.

“Perlu juga menggunakan pelindung tubuh dari sengatan panas matahari mulai dari tabir surya, topi, hingga payung dan selalu menggunakan alas kaki bila bepergian,” katanya.

Selain itu, kata dia, calon haji berisiko tinggi, lansia, dan mereka yang kondisi tubuhnya sedang kurang fit sebaiknya selalu didampingi.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)