Jakarta, Aktual.co — Direktur Centre For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi meminta kepada Pemerintah agar transparan terkait anggaran dalam perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung pada 19-24 April mendatang.
Kata Uchok, acara ini disebut-sebut menelan dana yang cukup besar. Informasi anggaran yang saat ini mencuat sebesar Rp171,3 miliar dari Pemerintah Pusat. Kemudian, Rp10 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
“Maka total yang diketahui oleh publik baru sebesar Rp181,3 miliar. Artinya, Presiden Jokowi belum menerapkan transparansi anggaran untuk penyelenggaraan KAA ini. Masih banyak, alokasi yang disembunyikan dari mata publik,” kata Uchok dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (19/4).
Ia menilai, anggaran tersebut terlalu besar untuk sekedar hanya acara seremonial. Ini menandakan bahwa Pemerintah Jokowi itu paling gampang atau bermurah hati memberikan anggaran untuk acara seremonial tersebut.
“Alokasi anggaran acara KAA Bandung, bukan hanya mahal. Tapi, dasar perhitungan juga tidak rasional, masa untuk sebuah acara seremonial, bisa menghabiskan sebesar Rp181,3 miliar,” ucapnya.
Uchok kembali membeberkan, dari alokasi tersebut rinciannya sebanyak Rp101,3 miliar pengelolaan dari sekretariat negara. Lalu, Rp70 miliar dari pengelolaan Kementerian Luar Negeri, dan Rp10 miliar dari Pemkot Bandung. Minimnya dana yang dikelola oleh Pemkot Bandung menunjukan sikap tak menghargai dari Pemerintah Pusat.
“Padahal, Ridwan Kamil yang punya wilayah. Sudah dapat sedikit, pencairan tertunda tunda lagi. Memang dari dulu itu, Pemerintah Pusat itu tidak pernah menghargai Pemerintah Daerah,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















