Jember, Aktual.com – Pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan terobosan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember, memberikan pelatihan terhadap pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dibidang penyablonan.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 8 Desember 2022 di Hotel Bandung Permai ini, pesertanya berasal dari Karang Taruna di 31 kecamatan.

“Hari ini kami mengadakan kegiatan pelatihan penumbuhan wirausaha baru industri kecil menengah (IKM) sablon kepada teman – teman karang taruna,” ujar Kadisprindag Jember Bambang Saputro, Rabu (07/12).

Kegiatan yang bersumber dari anggaran dana insentif daerah (DID) yang masuk melalui Anggaran Disprindag Jember di perubahan APBD pada akhir Tahun 2022, dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Jember dr. Hendro Soelistijono.

Menurut Bambang, Pemerintah Kabupaten Jember mendapatkan anggaran DID dari pemerintah pusat, sebab Pemkab berhasil melakukan penekanan inflasi pasca kenaikan BBM pada September lalu. Sehingga pemerintah pusat memberikan reward berupa anggaran DID sebesar Rp.10,35 miliar.

“Kabupaten Jember masuk bersama 15 kabupaten kota lainnya dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, karena dianggap berhasil oleh pemerintah pusat dalam menekan inflasi akibat dampak kenaikan BBM mulai tanggal 3 September kemarin, Pemkab Jember mendapat reward penghargaan dari pemerintah pusat yaitu berupa anggaran DID sebesar 10,36 miliar,” jelas Bambang.

Dengan anggaran sebesar itu, Bupati Jember memberikan amanah kepada disprindag, yang salah satunya adalah anggaran yang untuk kegiatan pelatihan IKM dalam penumbuhan wirausaha baru dibidang sablon ini.

Dengan diadakan pelatihan ini, Pemkab berharap untuk bisa memperlebar ruang pekerjaan baru di Jember, dengan mengembangkan ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut.

“Harapan dari pemkab dengan diadakannya kegiatan latihan sablon untuk karang taruna ini, mereka nantinya setelah selesai, dapat menciptakan lapangan kerja baru berupa sablon di masing-masing wilayah dan lingkungan mereka sendiri,” tandasnya. (*)

 

(Aminuddin Aziz)