Kupang, Aktual.co — Cuaca buruk yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak, Kamis (1/1) telah mengakibatkan penutupan sementara pelayaran di wilayah kepulauan tersebut.
“Seluruh lintasan kapal dihentikan mulai Kamis lalu sampai cuaca kembali normal,” kata Kepala PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Kupang, Arnoldus Yansen di Kupang, Sabtu (3/1).
Menurutnya, berdasarkan laporan BMG, tinggi gelombang di laut maksimal mencapai 2,5 meter, angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 20 knot per jam.
Kondisi ini, kata ia, sangat berbahaya bagi armada pelayaran seperti Feri dan kapal nelayan. Adapun di perairan selatan NTT, tinggi gelombang mencapai tiga meter.
“Seluruh armada milik ASDP yang tidak berlayar, sandar di dermaga pelabuhan,” katanya lagi.
Dia menjelaskan, seharusnya tiga kapal beroperasi pada Kamis pagi lalu yakni, rute Kupang-Rote yang akan berlayar melintasi Selat Pukuafu, kemudian Kupang-Aimere-Waingapu, dan Kupang-Larantuka yang berlayar melintasi Laut Sawu dan Selat Ombai.
Kata dia, sesuai laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk disebabkan Siklon Jangmi yang tumbuh di Timur Filipina yang mengakibatkan sirkulasi angin memanjang mulai dari Laut Natuna sampai selatan NTT.
“Penutupan akan dilakukan selama sepekan hingga 7 Januari 2015. Jika sewaktu-waktu cuaca membaik kami akan operasikan sejumlah kapal ke daerah tertentu,” tambahnya.
Artikel ini ditulis oleh:















