Dari kiri ke kanan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua KIP Gede Narayana dan Budayawan Ridwan Saidi berbincang saat peluncura buku berjudul 'Berpihak Pada Rakyat' Buku berupa catatan kinerja Fadli selama menjadi salah satu pimpinan DPR yang ditulis sejak 1 Oktober 2014 sampai 30 September 2017 di Press Room DPR, gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/2/18). Dalam uku tersebut merekam mulai dari isu penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kriminalisasi para ulama, tuduhan makar terhadap kelompok aktivis, pengaduan korban penggusuran, pemutusan hubungan kerja, pembahasan RUU Pemilu, sampai polemik penerbitan Perppu Ormas yang dikeluarkan pemerintah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kembali ditangkapnya kapal penyelundup besar narkoba ke Indonesia membawa kenangan tersendiri bagi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bambang Soesatyo.

Bukan hanya sekedar suksesi penangkapan, Bamsoet, panggilan politisi Golkar ini justru mengaku dirinya terkenang atas pengalamannya bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke Batam untuk melihat langsung tangkapan anak buahnya yang bekerja sama dengan BNN, Polri dan Bea Cukai.

Bamsoet bercerita awalnya ia tidak merencanakan perjalanan ke lokasi penangkapan kapal Sunrise Glory. Sabtu, 10 Februari 2018 siang itu Bamsoet masih melaksanakan kegiatan menandatangani prasasti Green Campus di Pesantren Jagat Arasy, bersama Abah Gaos Pesantren Manaqib Peradaban Dunia di BSD, Tangerang.

“Usai kegiatan itu, saya masih menghadiri pertemuan dengan beberapa kolega dan senior saya seperti Hariman Siregar, Aryadi Achmad, A Yani, Djoko Edhi meresmikan kantor baru media online milik Aryadi Achmad di kawasan Harmoni,” terang Bamsoet, Selasa (21/2).

Jelang petang, Bamsoet menerima pesan dari ajudan Panglima TNI mengenai keinginan mengundang Ketua DPR RI melakukan kunjungan kerja bersama dengan kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, Kapolri Jenderal Tito Karnavian besera jajaran utamanya ke Batam.