Sementara yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah program bikin jalan, pasar, jembatan, irigasi, walaupun dampaknya tidak langsung tapi lebih ada dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Eko di Jakarta (27/02).
Selain itu menurut Eko, terdapat empat program prioritas percepat pertumbuhan ekonomi Pedesaan. Empat program tersebut yakni, pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), membangun embung air desa, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan membangun Sarana Olahraga Desa (Raga Desa).
“Prinsipnya, Prukades itu adalah untuk membuat kluster ekonomi di desa-desa. Prukades memberi insentif supaya desa fokus mengembangkan produk unggulannya,” ujar Menteri Eko.
Dirinya menambahkan, akses pasar masih menjadi kendala bagi produk masyarakat desa. Karena tidak ada akses pasar yang membuat produk desa tidak ada jaminan akan diserap pasar, maka harga sering jatuh di bawah harga produksi. Dengan resiko yang tinggi tersebut, masyarakat desa pun sulit mendapatkan permodalan dari bank.
Oleh karena itu, pemerintah memberi insentif kepada para Bupati yang memilih untuk fokus di komoditi tertentu. Pemerintah akan membantu dengan pemberikan bibit, traktor, jembatan, dan apapun yang dibutuhkan secara gratis.
Tahun ini sedang berjalan di Pandeglang, Halmahera Barat, Minahasa Utara, Sigi, Lampung Timur, dan beberapa daerah lainnya.
“Kalau berhasil Indonesia bisa mendapat 100 juta angkatan kerja di desa dalam 10 tahun dengan pendapatan kira-kira 2 juta per bulan, maka dalam 5 tahun bisa ini (Prukades) jadi program nasional. Kita bisa menciptakan daya beli,” terangnya.
Program prioritas kedua adalah membangun embung. Embung dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Masifnya pembangunan embung diharapkan dapat membuat masa panen meningkat 2 hingga 3 kali dalam setahun.
Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi program prioritas ketiga.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby
















