Jakarta, Aktual.co —Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ternyata masih setengah jalan di proses audit pengadaan UPS (Uninterruptable Power Supply).
Disampaikan Kepala BPKP DKI, Bonny Anang, dari pengadaan UPS untuk 49 sekolah senilai Rp300 miliar, sampai saat ini pihaknya baru selesai mengaudit 25 unit UPS saja. Alias masih ada 24 unit yang belum digarap.
Unit yang sudah diaudit yakni di sekolah menengah di wilayah Jakarta Barat. Diakui Bonny, berdasarkan penyelidikan, mayoritas sekolah ternyata tak pernah usulkan pengadaan UPS. Meski baru memeriksa 25 unit, kata Bonny, pihaknya sudah mencium potensi adanya kerugian keuangan daerah di pengadaan UPS.
Tak hanya itu, dia juga menduga ada penyelewengan di item lainnya dengan menggunakan modus yang sama. Sambung dia, potensi penyelewengan baru ditemukan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2014 saja. “Untuk APBD 2014 belum ada dugaan penyelewengan, hanya ada di perubahan,” kata Bonny.
Sebelumnya, saat ditanya mengenai proses audit BPKP yang ditunggu Komisi Pemberantasan Korupsi, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya mengatakan dirinya sudah memerintahkan proses dilakukan sejak Juli lalu. “Kita punya, sudah sejak Juli saya minta diproses,” ujar Ahok, di Balai Kota, beberapa hari lalu.

Artikel ini ditulis oleh: