Semarang, Aktual.com – Laskar-laskar ormas Islam yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Semarang menolak jamaah Syiah menggelar tradisi Asyura di Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang, Selasa (11/10) pekan depan.

Belasan orang sore ini Kamis (6/10) mendatangi Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono untuk beraudiensi di Mapolda Jateng. Sayangnya, Jenderal bintang dua itu masih bertugas luar kota.

“Padahal tujuan audiensi untuk membatalkan atau mencabut ijin perayaan Asyura di PRPP karena di dalamnya terdapat agenda agenda yang dapat melukai hati kaum muslimin,” kata Koordinator, Marzuki.

Menurut dia, Asyura yang dikemas jamaah syiah mengandung unsur pelecehan terhadap Nabi Muhammad saw dan Istrinya Sayyidina Aisyah ra. Alasannya, mereka terlalu menuhankan Husain bin Ali bin Abi Thalib,” sambungnya.

Meski di Indonesia masih relatif aman, namun di luar negeri ia menuding kaum Syiah berbuat jahat. Ia pun mengancam akan mengerahkan ratusan laskar dari seluruh daerah Jateng bila perayaan Asyura tetap digelar.

“Karena menurut kami perayaan Asyura yang dilakukan orang-orang Syiah telah melecehkan ajaran Islam,” kata dia.

Ditemui terpisah, Ketua Tim Advokasi Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir bakal mengaku akan memberikan pendampingan. Lebih jauh, FPI akan mengkaji secara mendalam konsep asyura yang digelar pekan depan.

“Saya pribadi masih mengkaji hal itu tapi menurut teman-teman yang berdemo tadi memang menganggap tidak sesuai ajaran Islam,” ungkapnya.

Masa dari berbagai ormas Islam dari Jateng-DIY, menggelar aksi turun jalan. Berbagai ormas Islam mulai FUI Semarang, FUI Surakarta, GPK Yogyakarta lalu perwakilan laskar dari Kendal, Pati dan Rembang.

Muhammad Dasuki

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan