Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menganggap pesan singkat putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, salah satu bentuk perhatian sekaligus keprihatinan terhadap masalah di Partai Golkar.
Namun, putra Agung Laksono ini menilai subtansi pesan tersebut harus dikaji ulang.
“Perhatiaanya saya apresiasi tetapi subtansinya harus dikaji ulang,” kata Dave Laksono di DPR, Jakarta, Rabu (1/4).
Kemelut yang terjadi di partai berlambang pohon beringin itu merupakan bentuk mis demokrasi. Terkait hal itu, ia menyebut munas Bali adalah hasil demokrasi tanpa pemaksaan.
“Disini kemelut partai yang sedang terjadi, karena salah satu bentuk mis demokrasi yang terjadi di Golkar. Jadi yang kami buat bukan Munas abal-abal dan bukan Munas odong-odong tetapi itu Munas dengan hasil demokrasi yang bukan pemaksaan atau pengancaman agar memilih satu pihak,” ungkapnya.
Dirinya berharap konflik partai bisa segera terselesaikan, dan pihak lain bisa menerima serta bekerja dengan semestinya sesuai keputusan pemerintah.
“Terima kasih atas perhatian Pak Tommy atas kemelut Partai Golkar atau situasi yang sedang terjadi saat ini, saya harapkan dari putra seorang figur yang melahirkan Partai Golkar bisa memberikan sumbangsih yang lebih berarti untuk partai,” tuturnya.
Sebelumnya, beredar pesan singkat dalam akun twitter milik Hutomo Mandala Putra @TommySoeharto62 yang memberikan peringatan keras kepada politisi Golkar Yorrys Raweyai, Selasa (31/3).
“Kepada Yorrys kalau mau main keras saya juga punya sisi keras, sebaiknya jangan main-main dalam masalah ini,” jelas petikan pesan tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:

















