Jakarta, Aktual.co — Sejumlah pedagang di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu mengalihkan komoditas perdagangannya dengan menjual batu akik dan memanfaatkan pinggiran jalan sebagai lokasi usaha.
Salah seorang pedagang Imran (54) warga Jalan Sirandorung, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu mengaku awalnya menjadi pedagang bakso keliling. Namun, dengan banyaknya masyarakat yang mengalami “demam” batu akik, ia mengganti barang dagangannya dan lebih memilih untuk menjual batu perhiasan tersebut.
“Untungnya lebih lumayan. Jual bakso kita harus keliling, kalau batu akik hanya duduk dan langsung kita pasangkan cincinnya,” kata Imran di Rantauprapat, Senin (18/5).
Awalnya, Imran kurang tertarik untuk mencari nafkah dengan menjual batu akik. Namun setelah mengetahui tingginya minat masyarakat, ia memutuskan untuk membeli mesin pembuat batu akik.
Dalam seharinya, mantan pedagang bakso itu bisa meraih keuntungan mencapai Rp200 ribu. “Kalau dibanding jual bakso, jauh sekali untungnya. Dari situlah saya beralih jual batu akik,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Suparman (47) yang berjualan di sekitar Jalan Siringo-ringo, Rantauprapat yang mengganti komoditas dagangan semula yakni berdagang sembako ke pasar mingguan setempat.
Setiap harinya, Suparman mengaku mampu meraih keuntungan hingga Rp250 ribu. “Kalau saya hanya jual bongkahan batunya saja. Setiap harinya bisa untung lumayanlah, terutama hari libur. Apalagi membeli batunya langsung ke rumah warga di gunung,” katanya.
Suparman mengaku cukup banyak teman-temannya yang beralih profesi menjadi pedagang batu akik setelah mengetahui keuntungan yang didapatkan per hari.
“Tetangga saya ada yang supir becak bermotor, ada yang berjualan mainan keliling, dan buruh bangunan, semua beralih jadi tukang batu cincin,” katanya tanpa menyebutkan nama teman-temannya tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















