Jakarta, Aktual.com – Sejumlah petani kakao di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini beralih profesi jadi buruh bangunan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari karena musim panen belum tiba.

Marlan, salah seorang petani di Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Minggu, mengatakan terpaksa untuk sementara waktu bekerja di Kota Palu menjadi buruh bangunan.

Pekerjaan tersebut ia lakukan karena panen buah kakao belum tiba agar bisa memenuhi kebutuhan makan dan biaya pendidikan anak-anaknya.

“Ya lumayan sehari bisa dapat upah Rp70.000,” kata lelaki asal Jawa itu.

Karena harus mencari pekerjaan di Kota Palu, ia rela untuk beberapa hari berpisah dengan istri dan kedua anaknya yang tinggal di Desa Berdikari, dan ia sendiri tinggal di rumah pamannya di Palu.

Dia mengaku ada banyak petani yang menjadi buruh bangunan karena buah kakao yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka belum tiba musim panen.

Tanaman kakao, katanya, masih berbunga dan belum tentu bunga yang ada bertahan menjadi buah karena jika curah hujan tinggi dipastikan banyak yang gugur.

Hal senada disampaikan Martinus, seorang petani di Desa Tanah Harapan, Kecamatan Palolo yang mengaku bekerja sementara ini di Palu sebagai buruh bangunan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby