Tersangka kasus korupsi E KTP Setya Novanto tiba digedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017).Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini rutin melakukan pemeriksaan terhadap para saksi bagi Setya Novanto (SN) tersangka korupsi e-KTP, karena berkas kasus Ketua DPR RI tersebut sudah nyaris rampung yakni sekitar 70 persen. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com-Partai Golkar disarankan bisa memisahkan urusan kepentingan Ketua Umumnya Setya Novanto yang kini terjerat kasus korupsi e-KTP di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan urusan internal partai.

Inisiatior Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia mengatakan, saat ini lebih baik partai Golkar fokus menatap agenda politik yang lebih besar ketimbang sibuk mengurusi Setnov.

“Tapi, Golkar harus segera putuskan untuk memisahkan urusan Novanto pribadi dengan partai,” kata Doli dalam diskusi bertajuk ‘Beringin Diterpa Angin’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11).

Menurutnya, partai berlambang pohon beringin itu harus bergerak cepat untuk segera berbenah. Pasalnya, pada 2018 akan berlangsung pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan 2019 digelar pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden.

“Harapan kami ada percepatan. Saya dengar minggu depan DPP kembali pleno, saya kira perkembangan pleno kemarin begitu banyaknya respons masyarakat agar Golkar berubah,” papar Doli.

Di sisi lain, ia mengatakan, dalam kekisruhan yang terjadi di internal Golkar saat ini, peranan perwakilan DPD I sangat dibutuhkan untuk didengar aspirasinya.

“DPD sedang konsolidasi mereka punya peranan penting untuk selamatkan partai,” ujar Doli

Sebelumnya Partai Golkar telah melaksanakan rapat pleno DPP yang menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya menyetujui Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum menggantikan Setnov sampai adanya hasil gugatan praperadilan.

 

 

Pewarta : Fadlan Syiam Butho

(Bawaan Situs)