Jakarta, Aktual.com – Najib Razak selaku Pedana Menteri Malaysia melontarkan pernyataan dengan nada lembut kepada Korea Utara, setelah menuduh Korut menahan warga Malaysia. Hal ini dilakukan demi menyelamatkan Warga Malaysia yang disandera.
“Apa yang kita hadapi sekarang adalah hasil dari tindakan mereka dalam membunuh warga nya sendiri di negara Malaysia,dengan menggunakan senjata kimia yang sudah dilarang,” ujar Najib ke media Bernama yang di kutip dari Reuters, Rabu (8/3).
Saat ini, kepolisian Malaysia telah mengidentifikasi delapan warga Korea Utara yang akan dimintai keterangannya prihal kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia Pada 13 Februari 2017.
Seorang sumber pemerintahan negara menyatakan, 37 warga Korut ditahan di Sarawak pada Selasa (7/3) karena visa jangka waktu visa mereka telah habis. Sementara, 176 warga Korut yang melebihi izin tinggal akan diberi waktu selama 30 hari untuk memperpanjang masa waktu visa mereka.
Demi keselamatan 11 warga Malaysia yang di tahan di Korut, Najib akhirnya melunak. Perdana Menteri Malaysia tersebut ia bertujuan untuk mengakhiri hubungan diplomatik yang selama ini di jalani dengan Korut.
Najib menyatakan bahwa Negara Malaysia adalah negara yang ramah terhadap warga korut. Ia menolak untuk menjelaskan tentang langkah – langkah berikutnya.
“Jika ada negosiasi apapun, kita tidak bisa melakukannya melalui media,” ujar Najib, dikutip Reuters, Rabu (8/3).
Pewarta : Gespy Kartikawati Amino
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















