Semarang, Aktual.co — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional melakukan aksi turun jalan di jalan Pahlawan Semarang, Rabu (20/5).
Mahasiswa kecewa atas konflik berkepanjangan lembaga penegak hukum antara KPK dan Polri yang tak kunjung berakhir.
Mahasiswa menilai, konflik kedua lembaga yang saling menetapkan status tersangka dua pimpinan KPK (Bambang Widjojanto dan Kompol Novel Baswedan) tak jauh beda dengan kasus yang pernah terjadi antara Bibit Samad Riyanto dan Komjen Susno Djuaji.
Sebaliknya, KPK menetapkan tersangka Komjen Budi Gunawan.
“Kasus itu tak jauh beda dengan kasus ‘cicak vs buaya’ saat itu. Dengan begitu yang dirugikan lagi adalah masyarakat,” ujar Korlap, As’at.
Menurut dia, penetapan tersangka para petinggi Polri dan KPK akan berakhir seperti kasus sebelumnya. Pasalnya, motif penetapan para tersangka hanya saling serang menyerang.
Mestinya, kata dia, masih banyak kasus tindak pidana korupsi lain yang harus ditangani, seperti kasus pembangunan Wisma Atlet Hambalang dan dana talangan (ball out) Bank Century.
“Tak perlu kedua institusi itu mengusut dosa-dosa lama, bukan malah fokus pada permasalahan penegakkan hukum ke depan, beber dia.
Aksi mahasiswa diwarnai pemblokiran jalan dengan membakar ban mobil. Massa pun berusaha memasuki pintu gerbang Gubernuran Jawa Tengah. Petugas menjaga ketat massa yang memaksa masuk pintu gerbang.
Artikel ini ditulis oleh:
















