Jakarta, Aktual.co —Aksi ribuan mahasiswa di depan Istana Negara berangsur mereda. Satu persatu rombongan mahasiswa mulai beranjak meninggalkan lokasi aksi.
Sambil menyanyikan yel-yel perjuangan dan menyanyikan lagu perjuangan kelompok mahasiswa mulai bergeser ke arah Gambir. 
Dari pantauan Aktual.co, ratusan aparat kepolisian ratusan yang berjaga di depan Istana Negara, perlahan mulai terlihat ‘mengendorkan’ penjagaan. Sebagian tampak memilih duduk-duduk di depan para demonstran.
Dari informasi yang diterima, jalan dari depan Stasiun Gambir yang menuju Istana Negara juga sudah mulai dibuka kembali, setelah sebelumnya ditutup akibat aksi demo.
Dalam aksi sore tadi, sempat terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan polisi. 
Kejadian berawal saat mahasiswa membakar ban, namun polisi langsung mencoba memadamkan. Saat itulah terjadi gesekan. Beberapa mahasiswa tampak diamankan ke Pos Polisi Monas.
Saat ini, polisi telah keluarkan ‘ultimatum’ batas waktu kepada para pengunjuk rasa untuk diperbolehkan berada di sekitar Istana hanya sampai pukul 18.00Wib saja.
Diketahui, pengunjukrasa antara lain berasal dari BEM se-Indonesia (BEM SI), BEM KAMMI, HMI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, ISTN, IMM dan KBM UIN, menyemut di depan Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (22/5). 
Dalam orasinya, mahasiswa mengatakan Rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla telah gagal. “Karena menjual Indonesia ke asing. Sehingga harus mundur!” ujar salah seorang mahasiswa.
Selain itu, mereka juga menuntut diturunkannya harga BBM bersubsidi.

Artikel ini ditulis oleh: