Jakarta, Aktual.com – Polisi Myanmar, melemparkan granat kejut untuk membubarkan demonstran.

Tindakan untuk membasmi protes dilakukan usai pengumuman pemecatan utusan Myanmar untuk PBB, Kyaw Moe Tun. Saat itu ia mendesak PBB untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membalikkan kudeta.

“Polisi melemparkan granat kejut ke arah kami. Kami harus lari dan bersembunyi tapi saya akan keluar lagi karena hari ini sangat penting, Jika kita semua keluar, mereka tidak bisa menang,” ujar salah satu pengunjuk rasa, Myint Myat, seperti dikutip Reuters, Minggu (28/2).

Sementara itu polisi di kota kedua Mandalay menembakkan senjata ke udara. Seorang dokter melalui sambungan telepon berkata tembakan senjata menjebak staf medis yang melakukan protes di rumah sakit kota.

Sejak Sabtu, polisi bergerak menghancurkan protes, menembakkan gas air mata, meledakkan granat kejut dan menembakkan senjata ke udara.

Saksi mata menyebut ada polisi berseragam preman menyerang beberapa orang dengan pentungan.

Akan tetapi Pemimpin Junta Jenderal Ming Aung Hlaing mengatakan pihak berwenang telah menggunakan kekuatan minimal.

Sementara itu, PBB belum secara resmi mengakui junta sebagai pemerintah baru Myanmar. Kyaw pun berjanji untuk terus berjuang.(RRI)

(Warto'i)