Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mehendra Putra
Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mehendra Putra

Jakarta, Aktual.com – Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjelaskan, partai Demokrat bakal Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).

Menurut rencana, rapimnas ini digelar di Jakarta Convention Center, Kamis (15/9) hingga Jumat (16/9).

Herzaky menerangkan, sejumlah hal akan dibahas dalam rapimnas ini. Salah satunya adalah membahas langkah koalisi partai berlambang mercy itu di Pemilu 2024.

“Apakah dalam rapimnas ini akan ada keinginan untuk berkoalisi dengan parpol mana saja, termasuk dengan Nasdem dan PKS yang selama ini sering disebut-sebut,” tutur Herzaky dalam keterangannya, Rabu (14/9).

“Sangat mungkin untuk dibahas dan direkomendasikan seperti apa jalan yang akan ditempuh Partai Demokrat,” katanya.

Ia menyampaikan, rapimnas ini bakal diikuti oleh perwakilan 3.000 kader Partai Demokrat di Tanah Air.

Nantinya, kader tiap daerah bakal memberikan berbagai usulan secara langsung pada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait Pemilu 2024.

“Masukan-masukan tentu sangat berharga dan diperlukan dalam menentukan langkah ke depannya menuju Pilpres (pemilihan presiden) dan Pileg (pemilihan legislatif) 2024,” ujarnya.

Herzaky menyampaikan, sangat mungkin hasil Rapimnas Partai Demokrat ini bakal menentukan sikap untuk mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tertentu.

Semua itu, lanjut dia, bergantung pada usulan para kader dari daerah yang hadir.

“Suara dan harapan konstituen Partai Demokrat dari seluruh pelosok Indonesia tentunya bakal menjadi salah satu pertimbangan utama menentukan capres-cawapres yang akan diusung,” ujarnya.

Diketahui Partai Demokrat tengah mesra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem.

Namun, ketiga partai politik (parpol) belum sampai pada kesepakatan untuk membangun koalisi menghadapi Pilpres 2024.

Saat ini, telah terbentuk dua poros politik, yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisi Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Poros kedua dibentuk oleh Partai Gerindra yang bekerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

(Arie Saputra)