Jakarta, Aktual.co — Polemik yang kian memanas antara komisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR belum menemukan jalan keluarnya.
Meskipun, acap kali pernyataan sikap fraksi partai politik di KMP membuka peluang negosiasi mengakomodir fraksi KIH dalam alat kelengkapan dewan (AKD).
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman mengatakan meski ada negoisasi akan tetapi bukan berarti harus melakukan ‘kocok’ ulang komposisi pimpinan komisi maupun AKD yang sudah ada.
“Tidak ada, urusan musyawarah mufaakat, kenapa alasan kocok ulang nggak ada  alasan untuk kocok ulang toh,” ucap dia kepada wartawan, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/11).
“Karena dari segi kuantitas jumlah anggota, mereka (KIH) sedikit dibawa ke paripurna mana lebih banyak anggotanya,” tambah dia.
Ia pun menghargai soal kreatifitas fraksi partai politik KIH yang membuat parlemen tandingan sebagai bentuk untuk negoisasi. Kata dia, di dalam dunia politik merupakan hal biasa.
“Solusi paling tepat menambah komisi, alat kelengkapan, memekarkan komisi, sehinnga teman-teman di KIH yang ingin menduduki posisi pimpinan di AKD bisa terfasilitasi,” tandasnya.

(Novrizal Sikumbang)

()