Arsip foto - Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen. ANTARA/Anadolu/py.
Arsip foto - Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen. ANTARA/Anadolu/py.

Moskow, aktual.com – Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyebut pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai penerapan tarif terkait Greenland sebagai sesuatu yang mengejutkan.

Trump, Sabtu (17/1) mengumumkan rencana pengenaan tarif sebesar 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif itu disebut akan meningkat menjadi 25 persen dan tetap diberlakukan hingga AS menyelesaikan kesepakatan pembelian Greenland.

“Pernyataan Presiden ini cukup mengejutkan. Awal pekan ini kami justru menggelar pertemuan yang konstruktif dengan Wakil Presiden Vance dan Menteri Luar Negeri Rubio,” ujar Rasmussen melalui media sosial X.

Ia menambahkan, peningkatan kehadiran militer di Greenland bertujuan memperkuat keamanan di kawasan Arktik.

“Kami sependapat dengan AS bahwa perlu dilakukan lebih banyak langkah, karena Arktik tidak lagi menjadi kawasan dengan ketegangan rendah,” kata Rasmussen.

Pada Rabu, Angkatan Bersenjata Denmark mengumumkan rencana memperkuat kehadiran militernya di Greenland melalui kerja sama erat dengan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta meningkatkan aktivitas latihan di pulau tersebut.

Swedia, Norwegia, Finlandia, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman, dan Slovenia juga telah menyatakan akan mengerahkan pasukan ke wilayah otonom Denmark itu sebagai bagian dari Operasi Arctic Endurance.

Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau tersebut seharusnya menjadi bagian dari AS.

Otoritas Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak berupaya mengambil alih pulau itu, seraya menegaskan harapan agar integritas wilayah mereka dihormati.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain