Jakarta, Aktual.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) memaparkan sejumlah strategi yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional di Forum Grow Asia 2022.

Sekretaris Balitbangtan Haris Syahbuddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (23/10) menjelaskan perubahan iklim dan isu pemanasan global terus menjadi perhatian serius di Indonesia. Tantangan yang dihadapi petani adalah bagaimana menjaga tingkat produksi dan produktivitas di saat perubahan iklim yang tidak menentu.

“Pemerintah telah mengupayakan berbagai penanganan untuk meningkatkan produksi, dan di saat yang sama menurunkan emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Kementerian Pertanian, lanjutnya, mendahulukan adaptasi sektor pertanian dan menjadikan co-benefitnya sebagai bagian dari tindakan mitigasi.

Untuk itu, pemerintah menghadirkan berbagai kebijakan dan strategi yang terkait, seperti menghadirkan teknologi ramah lingkungan, sistem informasi iklim, serta dukungan pembiayaan dan asuransi pertanian.

Haris mengemukakan hal tersebut saat menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam sesi sharing bertema “Accelerating Climate Finance to Achieve Food Security in Southeast Asia” pada Forum Grow Asia yang digelar di Singapura, Selasa (18/10) lalu.

Forum ini dilaksanakan untuk mengeksplorasi solusi kolaboratif dalam menghadapi tantangan sistem pangan di Asia Tenggara.

Sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam forum tersebut, Haris juga mengajak sektor swasta dan lembaga pembiayaan untuk turut menjaga tumbuhnya sektor pertanian yang menguntungkan semua pihak.

“Hal ini dapat didorong dengan penguatan permodalan serta rantai nilai komoditas pertanian terutama di kawasan Asia Tenggara” katanya.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menambahkan bahwa dalam menjawab tantangan tersebut, salah satu jawabannya adalah penggunaan inovasi teknologi.

Bahkan, Indonesia telah berhasil mendapatkan penghargaan dari lembaga internasional atas keberhasilannya menjaga produktivitas pertanian melalui inovasi teknologi.

“Dengan hadirnya sistem inovasi teknologi dalam menjaga tingkat produksi pertanian, maka IRRI memberikan penghargaan kepada Indonesia atas keberhasilan menjaga stabilitas produksi pangan di era pandemi dan perubahan iklim,” ujarnya.

Selain perwakilan dari Indonesia, Forum Grow Asia 2022 dihadiri lebih dari 130 peserta dari negara Asia Tenggara baik pemerintah, pelaku bisnis, lembaga pembiayaan, masyarakat, dan akademisi.

Solusi dari forum tersebut diintegrasikan sebagai masukan untuk pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) B20 yang akan dilaksanakan di Indonesia sebagai rangkaian pertemuan tingkat tinggi G20.

(Antara)

(A. Hilmi)