Peserta Musabaqoh Kitab Kuning

Jakarta, Aktual.com – Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) sejak dibuka Dewan Koordinasi National (DKN) Garda Bangsa pada awal Maret 2017 lalu telah mendapat sambutan luar biasa dari santri seluruh Indonesia. Hal itu terlihat dari penyelenggaraan MKK di beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan lainnya.

Di Jatim sendiri babak penyisihan dimulai pada 2 April besok, di 22 kabupaten/kota se-Jatim. Seperti di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (10 April), Kantor DPC PKB Bangkalan (14 April), Kantor DPC PKB Nganjuk (4 April), Aula PCNU Gresik (14 April), Ponpes Darun Najah Petahunan Lumajang (12 April) dan PP Nurul Falah Kec. Jenggawah, Jember (8-9 April).

Menurut Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, kitab kuning yang merupakan karya ulama menjadi khazanah literatur Islam yang memiliki kandungan dan peran strategis dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Bahkan jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka.

“Salah satu ulama yang karya tulis terbaiknya menjadi inspirasi dan referensi Umat Islam adalah Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram, sekaligus sebagai Mufti Mazhab Syafi’i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20,” ungkap pria yang biasa disapa Gus Halim, kepada Media di Jakarta, Sabtu (1/4).

Syaikh Ahmad Khatib itu, kata dia, memiliki peranan penting di Makkah dan di sana menjadi guru para ulama Indonesia. Karya-karyanya seperti: Hasyiyah An Nafahat ‘ala Syarhil Waraqat lil Mahalli, Al Jawahirun Naqiyyah fil A’malil Jaibiyyah, dan Ad Da’il Masmu’ ‘ala Man. Syekh tersebut Ahmad telah menjadi maraji banyak ulama yang hidup setelahnya. Tak hanya di Arab tapi juga di Indonesia.

“Di Jatim, kontruksi berpikir para santri dan pesantren, kitab kuning jadi landasan utama terhadap lahir dan bembangnya Islam Nusantara yang ramah dan toleran serta dijadikan landasan dalam memupuk jiwa nasionalisme para santri. Dan MKK ini menguatkan kembali eksistensi kesantrian di Indonesia,” ujarnya.

Ketua DKW Garda Bangsa Jatim, Ka’bil Mubarok menambahkan, MKK yang digelar Garda Bangsa ini sebagai kegiatan rutin yang digelar untuk meningkatkan kemampuan para santri dan anak muda terhadap penguasaan khazanah Islam yang ramah dan anti radikalisme.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim itu menambahkan, Garda Bangsa juga mengadakan Halaqoh dan seminar Kitab Kuning ‘Goes to Campus’ yang bertujuan mendekatkan anak-anak muda dengan literasi kitab kuning.

“Sekaligus mengupas pendangan khazanah Islam klasik (kitab kuning) dalam menjawab fenomena hoax, radikalisasi dan ideologi trans-nasional, serta pandangan-pandangan politik kenegaraan,” imbuh dia.

Di tempat terpisah, Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan, kegiatan seminar kitab kuning goes to campus akan digelar di beberapa kampus, seperti UI, Unair, Undip, ITB dan UGM.

“Kampus tersebut dipilih untuk mengahdirkan ‘wacana tanding’ atas dominasi pemahaman Islam garis keras yang selama ini tumbuh subur dikampus kampus umum,” kata Cucun.

(Bawaan Situs)