Beranda Nasional Hukum Di Palembang, KKP-Polri Gagalkan Penyelundupan 158 Ribu Benih Lobster

Di Palembang, KKP-Polri Gagalkan Penyelundupan 158 Ribu Benih Lobster

Bibit Lobster (Foto: Antara)

Palembang, aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ditpolairud Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil kembali mengagalkan penyelundupan benih bening lobster (BBL) atau benur. Selang 3 hari setelah pengungkapan 506.600 ekor, kedua lembaga ini mengagalkan lagi upaya penyelundupan 21 box benur.Dari pengungkapan ini, ada 158.800 ekor benur yang berhasil diselamatkan.

“Ini pesan kuat bahwa sinergitas KKP-Polri makin kuat. Jadi, tak ada celah untuk penyelundupan,” tegas Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palembang, Yoyok Fibrianto di kantornya, Kamis (5/5) kemarin.

Yoyok mengungkapkan, penangkapan ini terjadi pada Minggu (1/5) dini hari. Benur yang diamankan terdiri dari 156.200 ekor jenis pasir dan 2.600 ekor jenis mutiara. Selain benur, petugas juga menyita satu High Speed Craft (HSC) atau kapal hantu yang digunakan para pelaku.

“Ada 7 orang tersangka yang ditangkap dalam giat dini hari itu,” jelasnya.

Sementara berdasarkan rekomendasi Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL), benur-benur yang diselamatkan akan dilepas-liarkan di wilayah selatan perairan Lampung. Yoyok kemudian mengingatkan ancaman pidana bagi para pelaku. Pasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, menyebut pelaku bisa dipidana 8 tahun.

“Sudah tobat saja (pelaku). Karena sinergitas Polri-KKP makin kuat yang juga berarti tak ada ruang bagi penyelundupan,” kata Yoyok.

Sebelumnya, Polri dan KKP meringkus 3 pelaku penyelundupan pada 28 April 2022. Mereka digerebek saat akan menyelundupkan ratusan ribu benur ke pasar internasional.

Di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, KKP menegaskan komitmennya terhadap budidaya lobster dalam negeri. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2020 yang melarang ekspor benur.

(Megel Jekson)