Medan, Aktual.co — Dari 5.813 sekolah SMA sederajat di Sumatera Utara, sebanyak 20 sekolah melaksanakan Ujian Nasional (UN) dengan menerapkan Computer Based Test (CBT).

Demikian disebutkan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho saat meninjau pelaksanaan UN hari pertama, Senin (13/4), di Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) Medan.

“Dari 556 sekolah di Indonesia yang melaksanakan UN Computer Based Test (CBT), untuk Sumut baru 20 sekolah yang melaksnakannya yakni empat SMA dan 16 SMK. Jadi mungkin kesiapan infrastrukturnya belum memadai dan itu dari verifikasi panitia UN. Saya percaya kepada tim verifikasi,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, pelaksanaan UN di Sumut khususnya di Kota Medan berjalan lancar. Ini disebabkan pendistribusian soal yang berjalan sesuai yang diharapkan.

“Dari laporan dinas pendidikan, Insya Allah terdistribusi secara merata. Mudah-mudahan demikian adanya. Pelaksaan ini berjan lancar karena distribusi soal berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemdikbud Hindun Basri Purba mengatakan, soal pelaksanaan UN secara manual, belum ada upaya menggantinya ke sistim komputer.

“Jadi masih lanjut terus. Mulai SMA/SMK mungkin kedepan dibikin metode CBT, inikan tahap uji coba, jadi belum semua sekolah. Tahun ini, lanjutnya, ada 556 sekolah dan tahun depan kita belum tahu, tergantung kesiapan sekolahnya. Dan saat ini pelaksaaan UN, Pengawasnya cukup bagus, juga integritas pengawasnya juga sudah terukur serta persiapannya pun sudah matang,” katanya.

Data Dinas Pendidikan Sumut beberapa sekolah yang melaksanakan ujian dengan sistem CBT terdiri dari empat SMA dan 16 SMK yang melaksanakan UN CBT dengan jumlah siswa 5.745 dengan jumlah ruangan sebanyak 304 yang diawasi oleh 608 pengawas.

Sedangkan jumlah keseluruhan peserta UN di Provinsi Sumut ada 482.757 siswa dengan ruang kelas sebanyak 27.641 dengan jumlah sekolah baik SMA/SMK sederajat sebanyak 5.813 sekolah yang diawasi oleh 55.282 pengawas.

Untuk di Kota Medan sendiri baru 6 sekolah yang melaksanakan UN CBT dan kesemuanya merupakan SMK dengan jumlah siswa 2.049 yang menggunakan 107 ruang kelas serta 214 pengawas.

Artikel ini ditulis oleh: