Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin mengemukakan bahwa dibalik teror peredaran beras plastik terdapat desain atau skenario besar yang berbahaya baik bagi ketahanan pangan RI ataupun kondisi ketentraman masyarakat.
Pasalnya, kata dia, harga beras plastik seharusnya jauh lebih mahal dari beras pada umumnya, karena material plastik yang terkandung didalamnya bahkan lebih mahal dari gabah dan beras itu sendiri.
“Oleh karena itu, saya kira kepentingannya bukan sekedar kepentingan bisnis, tapi ada juga kepentingan lain yang bisa merusak ketahanan pangan dan merusak kondisi ketenteraman masyarakat,” kata Andi dalam siaran pers yang diterima, Rabu (27/5).
Politikus PKS ini menilai, ada beberapa faktor dan motif dari peredaran beras plastik. Pertama, bisa karena adanya mafia beras yang menginginkan dibukanya keran impor beras oleh pemerintah. Kedua, adanya upaya pengalihan isu, dan motif politik untuk membuat kegaduhan, sehingga masalah-masalah besar dan penyimpangan yang ada tenggelam begitu saja.
“Sehingga masyarakat disibukkan dengan isu-isu yang sengaja diciptakan seperti beras ini,” tukasnya.
Agar tidak terjadi perdebatan berlarut-larut, Andi mendesak pemerintah untuk menyelidiki dan mengusut tuntas terkait kasus peredaran beras plastik.
Dalam hal ini, Andi mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) ataupun satgas untuk mengusut peredaran beras plastik. “Karena hal ini bukan hal yang sederhana seperti yang dibayangkan orang. Ini kita dorong supaya menjadi kepedulian semua pihak. Komisi III dengan hukumnya, Komisi VI dengan perdagangannya, sehingga tidak menjadi kepedulian Komisi IV saja,” ujar Andi.
Artikel ini ditulis oleh:

















