Jakarta, Aktual.com — Mengawali pekan ini, kurs rupiah pada Senin (14/3) pagi dibuka melemah tipis 13 poin di level Rp13.006 per dolar AS. Laju rupiah masih cenderung melanjutkan pelemahannya meski tipis.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam risetnya memprediksikan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, bergerak di kisaran Rp13.100-Rp13.280.
“Meski sempat melemah, sepanjang pekan kemarin rupiah masih menguat. Laju rupiah juga kembali melampaui target area resisten Rp. 13.200,” ujarnya.
Reza mengatakan tidak seperti IHSG yang kehabisan daya dorongnya, laju rupiah mampu kembali mengalami kenaikan di awal pekan kemarin. Seiring masih menguatnya sejumlah laju mata uang regional terhadap dolar AS.
Setelah mengalami kenaikan, laju rupiah kembali mengalami pelemahan. Padahal laju mata uang regional sedang bergerak positif terhadap laju dolar AS. Tentu saja kondisi tersebut, tambahnya memberikan sentimen positif pada laju rupiah.
Akan tetapi, di sisi lain masih merahnya laju harga minyak mentah dunia membuat laju dolar AS tidak terlalu melemah dalam. Sehingga berimbas pada laju rupiah yang kembali terpuruk.
Sentimen positif dari penghentian produksi sementara oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries bersama Rusia, dihadang sentimen negatif dari pasokan minyak Amerika Serikat yang terus meningkat.
Bahkan beredarnya rilis fundamental minyak saat ini yang memang masih sulit untuk menembus level lebih jauh lagi dari USD40. Mengingat tren pasokan minyak AS diprediksi masih berada di level tertinggi sejak 1930, membuat laju dolar AS dapat berbalik menguat meski tipis.
Artikel ini ditulis oleh:















