Jakarta, Aktual.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak stagnan di pembukaan perdagangan awal pekan ini Senin (22/2). IHSG bergerak menguat 0,08% atau 3,85 poin ke level 4.701,41.
Tren pelemahan lanjutan pada pola gerak Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) di perdagangan hari ini masih kemungkunan terjadi. Hal ini akibat adanya aksi jual dan masih ditopang sentimen negatif dalam negeri.
“Dengan adanya tekanan net selling (aksi jual) dari asing yang tinggi, membuat kami berasumsi, gerak IHSG masih berpotensi cenderung melanjutkan pelemahan, meski terbatas,” kata analis PT NH Korindo Securities Reza Priyambada, dalam analisis hariannya, Senin (22/2).
Dengan kondisi tersebut, kata dia, HSG akan melanjutkan tren penurunannya, apalagi jika sentimen negatif dari dalam negeri masih terus bermunculan.
Meski begitu, aksi buy on weakness (BoW) bisa dilakukan jika sudah mulai terlihat ada peningkatan volume beli. “Tapi proyeksi kami, setelah IHSG gagal menembus target resisten, kini laju indeks berada di support baru pada area MA200,” jelas Reza.
Untuk itu, pada perdagangan hari ini laju IHSG akan berada posisi support-nya di kisaran 4.635-4.656, sedangkan target resisten berada pada rentang 4.722-4.761.
“Dari proyeksi itu, masih belum ada sinyal positif, sehingga tren pelemahan masih dimungkinkan terjadi. Apalagi masih ada utang gap 4759-4760. Maka, pelaku pasar tetap cermati sentimen yang ada,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan














