Jakarta, Aktual.com — Jelang akhir pekan Jumat (15/1) pagi, kurs rupiah berdasarkan data bloomberg berada di level Rp13.866/USD atau menguat 41 poin usai ditutup melemah di sore kemarin karena terdampak tragedi bom Sarinah.
Kendati berdampak jangka pendek, tapi pada perdagangan hari ini volatilitas rupiah diprediksi masih mengalami depresiasi. Sentimen negatif muncul gara-gara ledakan bom Thamrin kemarin dan juga dipicu penurunan BI Rate menjadi 7,25 persen.
Bahkan pelemahan rupiah mungkin saja terus berlanjut. Hal ini mesti terus diwaspadai para pelaku pasar. “Makanya, kami memperkirakan laju rupiah akan berada di level support 14.040 dan resisten di level 13.815,” tandas analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada melalui analisis harian, Jumat (15/1).
Menutut dia, penurunan BI Rate kemarin juga berdampak serius, meski memang sementara atau jangka pendek. Apalagi, pergerakan dollar AS juga masih mampu bertahan dalam tren penguatan. “Tetapi, masih ada peluang adanya penguatan rupiah setelah pemangkasan BI Rate menjadi 7,25 persen,” jelas dia.
Memang, lanjut Reza, pasca serangan bom di Jakarta kemarin, membuat rupiah terlihat seperti dilanda tekanan aksi jual. “Rupiah yang sempat di area 13.960 atau melemah 1 persen membuat pelaku pasar khawatir bahwa dalam jangka pendek rupiah akan menembus level 14.000,” tegasnya.
Dalam analisa dia, berkurangnya defisit monthly budget statement AS telah memberikan kesempatan bagi dollar untuk melanjutkan penguatan, seiring dengan masih melemahnya harga minyak mentah dunia. Selain itu, kata dia, dollar AS juga menguat terhadap poundsterling, yen, yuan dan dollar Singapura.
Sementara, kata dia, reaksi pergerakan mata uang utama juga relatif terbatas. “Karena memang pelaku pasar masih khawatir terhadap fluktuatifnya kurs, harga minyak dunia, maupun indeks regional,” papar dia.
Selanjutnya, para pelaku pasar juga tengah mengkhawatirkan kesehatan ekonomi China dan prospek ekonomi global yang rata-rata senada untuk memangkas pertumbuhan ekonomi global di 2016.
Laporan: Busthomi
Artikel ini ditulis oleh:
















