Seorang pekerja melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/3). IHSG pada perdagangan Senin (28/3) ditutup melemah 53,4 poin atau 1,11 persen ke level 4.773,6. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/16.

Jakarta, Aktual.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (25/5) dibuka naik 0,49% atau 23,10 poin ke level 4.733,89.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini kemungkinan akan terkoreksi, bisa kembali melemah atau menguat, setelah pada penutupan kemarin mengalami penurunan 0,7 persen dari penutupan transaksi sebelumnya.

Untuk itu, di tengah kondisi saat ini, kendati bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi pembelian, tapi tetap saja harus mewaspadai sentimen yang ada.

“Sehingga, peluang terjadinya koreksi IHSG dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian,” ujar analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, dalam analisis hariannya, Rabu (25/5).

Menurut dia, koreksi IHSG itu memang bisa saja dalan arah membaik, apalagi menjelang pergantian bulan yang dihadapkan pada proyeksi positif data ekonomi ke depan. “Makanya, kondisi ini akan mendorong laju IHSG untuk menguat,” kata dia.

William kembali menegaskan, sejauh ini IHSG masih bergerak dalam rentang konsolidasi pasca melakukan technical rebound sejak awal pekan. Hal ini menunjukkan bahwa IHSG berpotensi menguat dalam beberapa waktu ke depan.

“Terlihat juga dalam arus inflow dan outflow yang memang belum terlalu meningkat. Namun IHSG juga menunjukan juga pola tekanan sudah cukup terbatas,” tegas dia.

Lebih lanjut William menyebutkan, saat ini support IHSG berada pada level 4.702 dengan target resisten di posisi 4.774. “Namun, arah perdagangan hari bisa menguat dibanding untuk melemah,” tukas William.

Untuk itu, dengan adanya potensi penguatan IHSG di tengah proses koreksi jangka pendek tersebut, maka para investor disarankan untuk mengakumulasi saham-saham berikut ini, sperti BBNI, BMRI, WIKA, PPRO, EXCL, BBTN, INDF, ASRI dan JSMR.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan