Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (21/6) dibuka naik 0,20% atau 9,91 poin ke level 4.873,44. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 0,59% atau 28,39 poin ke level 4.863,53 setelah bergerak di kisaran 4.828,59 – 4.863,53.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini bakal diwarnai oleh adanya sentimen keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit/Britania Exit).
Sehingga sentimen itu bisa saja akan menunda reli IHSG untuk menuju level 4.900. Untuk itu, para pelaku pasar tetap harus mewaspadai sentimen dari wacana Brexit ini.
“Ada potensi IHSG terpengaruh sentimen Brexit, sehingga kondisi tersebut akan menunda reli menuju 4.900 dan akan mematahkan tren kontinuasi kenaikan untuk menuju target resiten berikutnya,” ujar analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Wijanarko dalam analisis hariannya, Selasa (21/6).
Meski begitu, potensi kenaikan dari pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini bukannya tidak ada. Tetap IHSG punya kans untuk melanjutkan pola relinya.
“Kami melihat potensi IHSG menguat tetap ada. Karena kami berharap, sentimen negatif dari keluarnya Inggris dari Zona Eropa tidak berdampak signfikan pada pergerakan IHSG ke arah atas,” papar dia.
Dengan demikian, jelas dia, di tengah isu Brexit tersebut, mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:
1. BMRI dengan target trading di level Rp9.450.
Secara teknikal, pola perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten perbankan BUMN ini membuatnya menarik untuk diakumulasi, melihat kinerja ekspektasi earnings ke depan di 2016-2017 ada pada skenario kenaikan menuju resisten psikologis di level Rp9.450.
2. PTBA dengan target trading di level Rp8.250.
Harga minyak mentah dunia yang sempat berada di level terendah sejak sepuluh tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah, membuat emiten pertambangan ini menarik untuk diakumulasi secara jangka menengah.
3. BSDE dengan target trading di level Rp2.055.
Secara teknikal, perbaikan tren jangka pendek dan menengah pada emiten properti ini dapat digunakan sebagai peluang akumulasi untuk kontinuasi kenaikan menuju level Rp2.055.
4. WSKT dengan target trading di kisaran Rp2.550-2.650.
Pola perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah pada emiten telekomunikasi BUMN ini dapat digunakan sebagai peluang trading mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya menuju resisten psikologis Rp2.550-2.650.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan
















