Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/6) dibuka nyaris stagnan atau naik tipis 0,08 poin ke level 4.836,13.
Kendati pelaku pasar sudah tak terganggu oleh sentimen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), namun para pelaku pasar diminta untuk waspadai kebijakan Bank Sentra China (PbOC).
Sehingga laju IHSG pada perdagangan hari ini bisa mengalami penguatan jangka pendek, namun bukan berarti potensi pelemahan itu sudah tidak ada.
“Namun, tindakan bank sentral China (PbOC) untuk kembali mendevaluasi yuan diharapkan tetap membuat kalangan investor harus lebih berhati-hati di pekan ini,” tandas analis dari PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Selasa (28/6).
Menurut dia, pasca peristiwa Inggris raya yang memutuskan keluar dari Uni Eropa, ebelumnya direspon negatif pelaku pasar. Namun demikian, kini berangsur kian mereda dan diperkirakan dapat menjadi angin segar bagi emerging market.
“Sebab pelaku pasar melihat adanya kecenderungan sejumlah dana di Eropa akan kembali masuk lebih banyak lagi ke emerging market. Termasuk Indonesia,” tegas Reza.
Keyakinan itu berdasar dari adanya dana asing yang masuk hingga Rp785 miliar di awal pekan. “Ini menjadi sinyal baik untuk IHSG agar melanjutkan penguatannya di pekan ini dan ada peluang untuk itu (melanjutkan penguatan),” ungkap dia.
Dengan demikian, estimasi support IHSG akan berada di kisaran 4.780-4.809 dan level resistennya berada di angka 4.851-4.873.
Sementara itu, berdasar analisa teknikal, indikator Stochastic berada dalam are mendekati overbought dengan %K(61) %D(74). Sedang indikator RSI Line bergerak flat dan mendekati oversold dengan level di 39.9. Indikator Signal line pada 50.9. Dan MACD menunjukkan negatif.
Dengan begitu, kata dia, indikator itu mengkonfirmasi adanya bullish piercing line pattern yang mengindikasikan adanya pola pembalikan arah naik pada perdagangan kemarin. Namun tetap cermati sentimen yang ada.
Untuk itu, pelaku pasar diminta agar dapat mencermati saham-saham berikut ini.
1. CTRP akan berada pada kisaran 630-670. Disarankan beli selama bertahan di atas 630 dan cut loss di level 615.
2. WSKT akan berada di kisaran 2500-2620. Dianjurkan beli selama bertahan di atas 2500 dan cut loss di level 2470.
3. ASRI akan berada di kisaran 486-520. Diharapkan beli selama bertahan di atas 486 dan cut loss di levek 478
4. TOTL akan berada di kisaran 780-830. Dianjurkan beli selama bertahan di atas 780 dan cut loss di level 755
5. UNTR akan berada di kisaran 14600-15500. Diharapkan beli selama bertahan di atas 14600 dan cut loss di 14450
6. ASII akan berada di kisaran 6600-7000. Dianjurkan untuk BoW (buy on weakness) selama bertahan di atas 6600.
7. ACST akan berada di kisaran 3170-3280. Diharapkan beli selama bertahan di atas 3170 dan cut loss di 3130.
(Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:
















