Seorang karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/3). IHSG pada perdagangan Senin (28/3) ditutup melemah 53,4 poin atau 1,11 persen ke level 4.773,6. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/16.

Jakarta, Aktual.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (24/5) dibuka turun 0,12% atau 5,50 poin ke level 4.738,16.

Kendati pada penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin sempat ditutup menguat, namun pelemahan tersebut sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia yang melemah seiring investor berspekulasi penaikan suku bunga AS semakin dekat. Laju indeks pada hari ini pun tetap berpotensi kembali melemah.

Pasalnya, peluang pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking masih lumayan besar di tengah pelemahan bursa saham saham global.

“Kami masih mewaspadai kondisi global yang kembali melemah seiring sentimen yang terjadi, sehingga bisa saja dimanfaatkan untuk profit taking,” tegas analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam analisis hariannya, Selasa (24/5).

Meski begitu, pihaknya tetap berharap ada potensi kenaikan seiring dengan pola pembalikan arah naik tersebut. Makanya, jika pembalikan arah melemah itu tidak terjadi, maka laju IHSG akan terkonfirmasi untuk mengalami kenaikan lanjutan.

“Namun jika tidak terjadi, maka waspadai kembali melemahnya IHSG. Tetap cermati sentimen yang ada,” saran Reza.

Lebih jauh ia menegaskan, pada perdagangan hari ini laju IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.699-4.720, sedangkan target resisten di kisaran  4.766-4.783.

Selain itu, ditengok dari indikator teknikal memang mulai terlihat penguatan. Indikator bullish menunjukkan adanya kontinuasi kenaikan, pun demikian dengan stochastic dan RSI yang masih menunjukkan pergerakan naik. Sementara, indikator MACD menunjukkan juga mulai marak aksi beli.

“Jadi, laju IHSG berada di atas area target support di rentang 4.690-4.673 dan sempat berada area target resisten kami pada kisaran 4.729-4.752 hingga akhir sesi,” ungkap dia.

Untuk itu, jelas Reza, adanya peluang aksi profit taking pasca penguatan IHSG, maka para pelaku pasar disarankan untuk mempertimbangkan tujuh saham berikut ini:

1. GJTL akan berada di kisaran 700-740. Disarankan beli selama bertahan di atas 700 dan cut loss di level 685

2. LPPF akan berada di kisaran 18150-18800. Diharapkan beli selama bertahan di atas 18150 dan cut loss di level 18050

3. BMRI akan berada di kisaran 8800-9100. Diharapkan beli selama bertahan di atas 8800 dan cut loss di level 8825

4. SSIA akan berada di kisaran 630-660. Diharapkan beli selama bertahan di atas 630 dan cut loss di level 620.

5. BBNI akan berada di kisaran 4400-4560. Dianjurkan beli selama bertahan di atas 4400 dan cut loss di level 4380

6. WTON akan berada di kisaran 900-935. Disarankan beli selama bertahan di atas 900 dan cut loss di level 890.

7. UNVR akan berada di kisaran 42800-44200. Disarankan beli selama bertahan di atas 42800 dan cut loss di level 42500.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan